Rabu, 18 Juni 2025

TUMBAL DARI GUNUNG KAWI

malam lur bareng gue aggy tri fanny. Malam ni Gue mau cerita horor tentang seorang pria bernama winda. Dulu dia punya toko baju kecil di pasar. Tapi pas pandemi COVID-19 datang, usahanya hancur. Nggak ada pemasukan, sementara dia punya anak kecil dan istri yang harus ditanggung. Jadilah dia terpaksa melakukan hal2 mistis. Jadi mari kita simak ceritanya.

==

Dalam kondisi putus asa, winda ketemu temannya, Darman. Dulu mereka mulai usaha bareng, tapi sekarang Darman udah kaya raya. Pas winda nanya rahasianya, Darman cuma jawab singkat, “Gunung Kawi.”

Ya, lo pasti tahu... Gunung Kawi dikenal sebagai tempat pesugihan. Darman bilang, kalau winda mau ikut jejaknya, dia harus bawa kambing kendit—yang hitam dengan garis putih melingkar, beberapa harta benda, dan cari sosok bernama Surojoyo di padang rumput Gunung Kawi.

winda pun nekat. Dia jual sisa harta buat beli kambing dan langsung berangkat malam-malam ke Gunung Kawi, tanpa pamit ke istrinya.

Di salah satu sawah, winda ngelihat ada orang-orangan sawah... tapi anehnya, mereka bisa gerak. Dari situlah muncul sosok Surojoyo—tinggi, kulit hitam kayak kayu, mata merah, dan rambut panjang. Dia tunjuk arah dan bilang, “Berhentilah di antara makam dan petilasan. Berikan persembahanmu dan tunggulah daun jatuh.”

winda jalan dan nemu pohon besar. Dia ikat kambingnya, taruh hartanya di tanah, lalu duduk bersila. Beberapa saat, pohonnya goyang... dan turunlah sosok mengerikan—kurus, bertanduk, gigi bertaring. Saat winda berdoa minta kekayaan, suara kambingnya berubah... mirip suara anaknya sendiri yang menangis.

Lalu... bruk — kepala kambing terlempar ke depan winda. Tapi suara langkah kambing masih terdengar, makin dekat. Saat winda mendongak, dia lihat kambing tanpa kepala, tapi kepalanya diganti wajah iblis, membawa sehelai daun besar dengan mulutnya.

Tanpa pikir panjang, winda ambil daunnya, masukin ke tas, dan langsung turun gunung. Tapi pas turun, suasananya berubah total. Jalanan jadi ramai kayak pasar, tapi bukan pasar biasa. Ini pasar gaib.

Orang-orang di sana, termasuk yang wajahnya mirip pengusaha terkenal, beli berbagai macam makhluk gaib: tuyul, bayi bajang, siluman... bahkan monyet berkepala manusia. Gila.

Tapi winda nggak peduli. Yang penting dia cepat pulang.

Pas nyampe rumah, istrinya lagi nangis histeris. Anak mereka demam tinggi tanpa sebab. Dan yang bikin winda makin parno, suara tangisan anaknya mirip banget sama suara kambing waktu disembelih di atas gunung.

Dia buru-buru bawa anak dan istrinya ke rumah sakit naik motor. Tapi di tengah jalan, tepat di tikungan, ada sosok berdiri diam di tengah jalan. winda coba ngerem, tapi telat. Mereka kecelakaan.

winda kebanting. Anak dan istrinya terpental jauh. Dalam kondisi luka parah, sebelum pingsan, winda sempat lihat sosok yang berdiri di tengah jalan tadi jalan mendekat... dan itu Surojoyo lagi.

Surojoyo cuma senyum ke arah winda... lalu ngilang.

Besoknya, winda selamat. Tapi... anak dan istrinya meninggal.

Sejak itu, hidup winda berubah. Dia memang tiba-tiba kaya, duit datang dari mana-mana. Tapi dia juga kehilangan segalanya. Anak, istri, dan warasnya. Sekarang winda katanya sering jalan keliling kampung sambil ngomong sendiri, matanya kosong, sering nyebut-nyebut nama "Surojoyo" terus-terusan.

Dari cerita ini, gue sadar... kalau lo nekat main-main ke dunia pesugihan, bayarannya bukan cuma harta. Kadang, yang lo korbankan justru yang paling lo sayang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

50 Random Post