hay lur. Ketemu lagi bareng aggy tri fanny di podcast horor. dan kali ini aku bakal bacain 2 cerita horor. Cerita yang pertama datang dari seorang narasumber yang tinggal di sebuah desa di Jawa. Tepatnya kota semarang, dan kejadian ini berlangsung sekitar tahun 1960-an. Gak usah berlama-lama mari kita simak ceritanya.
=
Waktu itu, di kampungnya
ada satu keluarga miskin yang dikenal sangat tertutup. Mereka tinggal
di rumah reyot di ujung desa.
Si kepala keluarga, orang-orang
panggil dia Mbah Dal—pria tua berambut putih,
jalan bungkuk, dan jarang keluar rumah.
Mbah Dal enggak punya
istri, anak, apalagi keluarga. Tapi yang bikin orang curiga, dia bisa
makan enak setiap hari, padahal enggak pernah
kerja.
Satu-satunya hal yang orang tahu: setiap malam
Jumat Kliwon, dari rumahnya keluar bau menyan yang
tajam banget, kadang disusul suara erangan hewan.
Lama-lama warga mulai bisik-bisik, jangan-jangan dia pelihara penunggu, atau bahkan ikut pesugihan.
Puncaknya, waktu ada jenazah warga yang mau dimandikan, dan Mbah Dal tiba-tiba muncul—padahal dia jarang banget ke keramaian.
Dia bilang ke orang yang memandikan mayat, "Bisa saya bantu nyiramin air terakhirnya?"
Karena enggak enak hati,
orang itu ngizinin.
Tapi anehnya, waktu jenazah dituang air
terakhir oleh Mbah Dal, dia cepat-cepat tampung air itu pakai
kendi kecil, terus disembunyikan di kain panjangnya.
Enggak cuma itu. Pas warga pada bubar, kuping jenazah ternyata hilang satu, kayak digunting bersih.
Sejak saat itu, rumah Mbah Dal makin tertutup. Tapi bau amis dan suara-suara aneh dari rumahnya makin sering terdengar.
Orang-orang mulai resah, apalagi anak-anak desa sering menangis tengah malam karena ngelihat sosok tinggi besar berbulu lewat depan rumah mereka.
Beberapa warga yang nekat
lewat rumah Mbah Dal malam hari, bilang mereka lihat bayangan
hitam gede duduk di atap rumahnya.
Matanya merah
menyala. Badannya besar dan berbulu.
Sampai suatu malam, hujan
deras, petir nyambar pohon di depan rumah Mbah Dal,
dan rumah itu terbakar sebagian.
Warga datang
bantuin. Tapi pas mereka dobrak pintu...
Mbah Dal duduk di tengah rumah, dikelilingi kendi, rambut manusia, dan tulang kecil.
Dia bilang, “Aku cuma mau hidup layak. Biar bisa makan. Mereka yang tamak, bukan aku.”
Setelah itu, Mbah Dal diusir dari desa, dan rumahnya dibiarkan kosong. Tapi warga enggak berani bongkar atau bakar habis rumah itu.
Sampai sekarang, katanya, kalau lewat rumah itu pas malam Jumat Kliwon, masih suka kecium bau menyan... dan kadang ada suara ketawa berat dari dalam rumah kosong itu.
Cerita ini mengingatkan
kita…
Pesugihan itu nyata. Tapi bayarnya enggak murah.
PODCAST HOROR KOST ANGKER DI JAKARTA
cerita yang ke dua ini berjudul kost angker di jakarta. Dan kejadian ini di alami oleh seorang cewek bernama Lulu. Kejadian ini belum lama pada tahun 2024, pas dia pindah kerja ke kantor pusat yang lokasinya di Jakarta Pusat. Karena pindah mendadak, Lulu buru-buru cari kos. Dapatlah satu kosan di daerah Hutan Kayu. Kamarnya luas, udah ada kasur, lemari, meja, kursi. Dan Kamar mandi luar, tapi cuma dipakai dua kamar di lantai dua—kamar Lulu sama kamar sebelahnya. Jadi mari kta simak ceritanya.
===
Awalnya gak ada yang aneh, cuma tiap bangun tidur atau pulang kerja, barang-barang di atas meja suka berantakan sendiri. Lulu kira dia yang ceroboh.
Tapi semua berubah di malam Jumat pertamanya. Tengah malam, dia kebangun gara-gara ada suara langkah kaki lalu-lalang di lorong depan kamar. Padahal lantai dua itu sempit banget, cuma ada dua kamar dan kamar mandi. Gak mungkin rame.
Lulu keluar kamar. Dan dia kaget... dari arah kamar mandi, dia ngelihat banyak sosok tinggi besar serba hitam lagi jalan mondar-mandir. Karena ruangannya sempit, mereka dempet-dempetan.
Lulu manggil, “Nyari apa ya, Kak? Kok rame malam-malam gini?” Sosok-sosok itu langsung berhenti dan ngadep ke Lulu. Gak kelihatan mukanya, cuma mata mereka aja yang nyala merah.
Mereka pelan-pelan jalan ke arah Lulu. Dia panik, langsung masuk kamar, kunci pintu, dan ngintip dari jendela. Dari situ dia lihat bayangan sosok-sosok itu lewat... lalu menuju kamar sebelahnya. Yang anehnya, Lulu gak denger suara pintu kebuka. Dan pas dia ngintip lagi... semua sosok itu hilang. Gak jelas ke mana.
Karena makin gelisah, Lulu mutusin salat tahajud. Dan pas lagi salat, dia akhirnya tahu kenapa meja di kamarnya suka berantakan. Soalnya meja itu bergetar sendiri, kayak didobrak-dobrak dari bawah.
Posisi meja ini nempel tembok, dan bagian bawahnya ditutup papan full. Jadi, kita gak bisa lihat bawahnya.
Besoknya, temannya Lulu datang buat nginep. Namanya Tata. Dia ini indigo. Rencana awalnya, mereka mau geser-geser barang bareng besok paginya.
Tapi malamnya kejadian aneh itu terulang lagi. Lulu kebangun karena denger suara meja dipukul-pukul keras. Dan yang dia lihat... Tata lagi berdiri sambil mukulin meja, kayak kesurupan.
Lulu teriak, “Ta, ngapain sih?” Tapi tiba-tiba... dari arah tempat tidur, tangan Lulu ditarik. Pas dia nengok, Tata ada di sebelahnya, baru bangun tidur dan ngomel, “Ngapain sih, ribut amat?”
Lulu langsung lihat ke arah meja. Sosok yang tadi mukulin meja udah gak ada. Meja berantakan, tapi gak ada siapa-siapa.
Besok paginya, Lulu cerita semuanya ke Tata. Lalu mereka mulai nata kamar. Dan pas geser meja, mereka nemu satu hal yang gak disangka. Di bawah meja itu ternyata ada gundukan kotak, ditutup papan, dan di papan itu ada tulisan Arab gundul.
Lulu marah. Dia ngerasa ditipu. Dia coba hubungi agen kosannya tapi gak pernah diangkat. Karena papan penutup gundukan itu sekarang udah kebuka, dia jadi bisa lihat bentuknya. Tata gak mau jelasin apa-apa, cuma bilang kalau Lulu gak nyaman, boleh nginep di tempatnya.
Tapi Lulu tetap nekat. Dia pengin tahu apa sebenarnya isi di balik papan itu. Dia bongkar, dan nemu... ada tangga dari semen turun ke ruangan bawah tanah.
Tata udah ngingetin jangan turun. Tapi Lulu tetap turun.
Ruangan itu isinya benda-benda aneh: keris patah, cawan antik, lilin, kain jarik, gambar-gambar hangus, dan... tali pocong. Di salah satu sudut, ada lubang yang nyambung ke kamar sebelah Lulu. Tapi kamar sebelah itu kosong, kayak gak pernah ditempatin.
Lulu makin penasaran, dia pengin bukti kalau tempat itu memang angker. Akhirnya Tata usul: “Kita tungguin aja malam ini, jangan ditutup lagi lubangnya.”
Malam harinya, mereka gak tidur. Tapi belum lama begadang, Lulu ngelihat sosok pocong masuk ke kamar. Banyak banget. Baris rapi, nembus pintu, dan langsung turun ke ruang bawah tanah.
Lulu langsung bangunin Tata. Mereka turun bareng ke ruangan tadi. Tapi baru jalan sedikit, Tata langsung diam kaku. Wajahnya serius. Dia bilang, “Ayo pergi dari sini.”
Tapi Lulu maksa pengin tahu. Tata akhirnya baca doa sambil nutup mata Lulu. Dan pas dia buka, Lulu bisa lihat semuanya.
Ruangan itu sekarang dipenuhi wujud-wujud setan. Pocong-pocong tadi... lagi sujud di satu sudut, ngarah ke lubang kamar sebelah.
Dari lubang itu, muncul cahaya api... Banaspati. Terbang pelan ke arah mereka.
Malam itu juga Lulu akhirnya terima tawaran Tata buat nginep di tempatnya. Barang-barangnya dia tinggalin. Kamarnya dibiarkan kosong. Bahkan papan penutup tangga sengaja gak ditutup lagi, biar siapapun tahu ada yang disembunyikan di kamar itu.
Beberapa bulan kemudian, Lulu cari tahu soal asal-usul kosan itu. Kata tetangga, pemilik kos sebelumnya “ngilmu” dan kamar yang dipakai Lulu dulunya kamar si pemilik kos. Tangga itu dipakai sebagai jalur keluar masuk makhluk gaib.
Dan kamar sebelah yang kosong... sengaja dibangun, khusus jadi pintu bagi para setan.
Cerita ini gak cuma soal kosan angker... tapi soal tempat tinggal yang dari luar biasa biasa, tapi di dalamnya... adalah rumahnya setan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar