Jumat, 06 Juni 2025

PODCAST HOROR KROMOLEO HANTU PEMBAWA KERANDA

Cerita ini dari DANI, yang lahir dan besar di Magelang, dekat Gunung Merapi. Dari kecil, DANI udah sensitif sama hal-hal gaib. Beberapa kali dia bangun tengah malam cuma karena denger suara orang ramai ngomong, “Leo… Leo… Leo…” lewat depan rumah. Anehnya, besoknya selalu ada warga yang meninggal. Dan kisah kali ini terjadi pada tahun 1999 jadi mari kita simak ceritanya.

===

Waktu kuliah, DANI ikut KKN di kaki Gunung Merapi. Karena dia satu-satunya orang lokal, dia dipercaya jadi penanggung jawab logistik. Suatu malam, habis belanja keperluan KKN di Magelang, dia pulang sendirian naik motor.

Awalnya jalanan ramai. Tapi makin dekat ke lokasi KKN, jalan makin sepi. Dia harus lewatin hutan yang gelap. DANI mulai ngerasa aneh. Jalan terasa panjang banget, kayak nggak nyampe-nyampe.

Dia coba ngebut, tapi justru makin ngebut, suasana makin gelap. Bahkan tubuhnya kayak ketutup bayangan besar. Pas dia nengok ke atas, ternyata ada keranda terbang di atasnya, ngikutin ke mana motornya melaju.

Lalu terdengar suara, “Leo… Leo… Leo…” makin jelas. DANI langsung baca doa. Di sekelilingnya muncul bayangan tinggi besar berwarna gelap, jalan mengelilingi dia. Itu rombongan Kromoleo—makhluk gaib pengiring jenazah yang sering muncul di wilayah Merapi.

DANI fokus ke depan. Di tikungan, dia lihat sosok bapak tua yang lagi jalan bongkok sendirian. DANI berhenti dan nawarin tumpangan. Bapak itu bilang mau pulang kampung, pengen meninggal di kampung halaman.

Selama perjalanan, bapak itu cuma ngomong, “Pengen mati di rumah sendiri.” Sampai di satu tempat, DANI lihat banyak orang berdiri bawa obor. Awalnya dia kira lagi ada acara. Tapi makin dekat, dia sadar... itu bukan orang biasa. Mereka berdiri kaku, wajahnya gelap, pakaiannya lusuh. Dan... itu bukan acara, tapi pemakaman tua.

Bapak tua di boncengannya tiba-tiba bilang pelan, “Mas, jangan mampir.”

DANI nurut. Tapi penasaran. Pas hampir sampai ke alamat bapak itu, dia tanya, “Tadi itu siapa, Pak?”

Jawaban si bapak cuma, “Itu Kromoleo, Mas. Berarti sebentar lagi ada yang meninggal.”

Begitu sampai desa, DANI lega lihat ada warga ramai. Dia turun dari motor dan langsung tanya ke salah satu warga, “Permisi, ini rumah Pak darto

Warganya jawab santai, “Oh, Mas temannya Bapak ya? Kita ini mau berangkat makamin beliau. Mas ikut aja sekalian.”

DANI langsung nengok ke belakang. Motornya kosong. Bapak tadi udah nggak ada.

DANI lemas. Ternyata, orang yang dia bonceng dari tengah hutan tadi... udah meninggal. Dan pemakamannya, persis di tempat DANI lihat para sosok gelap itu berdiri.

Pas istirahat di rumah duka, anak perempuan bapak itu sempat bilang ke DANI, “Terima kasih ya, Mas. Tadi kami lihat Mas datang enggak sendirian… Tapi rombongan. Kayak ada banyak sosok hitam yang ngiringin di belakang Mas.”

Tanpa sadar... DANI udah jadi bagian dari rombongan Kromoleo malam itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

50 Random Post