hai sehabat setia ku. Makasih sudah mampir dan ketemu lagi bersama saya aggy tri fanny. Nah malam ini aku mau cerita tentang rumha dinas angker. Jadi Cerita kali ini datang dari yuda. Semua berawal dari permintaan ibunya yang minta tolong ke yuda buat nyari dokumen penting milik bokapnya yang lagi sakit parah—dokumen itu katanya masih ada di rumah dinas lama di Jakarta selatan. Dan kejadian ini sudah lama. Sekitar tahun 1992
===
yuda pun berangkat, bawa alamat lengkap. Tapi entah kenapa, rumahnya enggak ketemu-ketemu. Baru setelah Magrib, dia ketemu seorang bapak-bapak yang bilang tahu alamatnya dan ngajak yuda bareng ke sana. Rumahnya katanya ada di ujung komplek, terang banget.
Yang aneh, komplek itu kelihatan hidup—banyak orang mondar-mandir, anak kecil main, suara-suara seperti suasana perumahan biasa. Tapi semua sosok yang dilihat yuda... enggak ada wajah. Entah ngebelakangin atau mukanya ketutup rambut panjang.
Pas yuda mau nanya sesuatu ke bapak tadi, dia udah enggak ada. Hilang. Sekeliling yuda tiba-tiba jadi sepi. Lengkap.
Dia lanjut jalan, sampai ke rumah paling ujung yang terang. Pas diketok, pintunya kebuka sendiri. Dari dalam, ada suara ibu-ibu bilang, “Eh udah datang, Dek. Masuk aja. Barangnya udah dititipin Bapak.”
yuda masuk. Ibu itu enggak pernah nunjukin wajahnya, selalu ngebelakangin. Dia cuma bilang, barang bokap yuda ada di kamar lantai dua. Tapi sebelum yuda naik, ibu itu sempat nyeletuk, “Ngapain buru-buru? Bapak udah mau mati toh.”
yuda naik ke atas, dan di salah satu kamar, dia nemu dokumen-dokumen tua, majalah puluhan tahun lalu, dan sebuah kotak tua. Isinya surat bertulisan Arab gundul... dan sebuah keris kecil.
Dia bawa kotaknya, turun ke bawah buat nanya ke ibu itu. Tapi rumahnya... berubah total. Udah kayak rumah kosong, jendela pecah, pintu jebol, debu di mana-mana. Tapi suara langkah kaki tetap terdengar di sekeliling.
yuda ingat salah satu cara buat lihat “mereka” adalah nunduk dan ngintip dari sela-sela kaki. Dan bener aja... waktu dia lakuin itu, dia lihat ibu tadi berdiri di belakang. Kali ini kelihatan wajahnya—datar. Enggak ada mata, hidung, mulut. Tapi kakinya jalan sendiri ke arah yuda. Badannya diam.
yuda panik, langsung lari keluar rumah. Tapi untuk keluar komplek, dia harus lewatin deretan rumah lain. Dan kali ini... semua "warga" yang tadi enggak nunjukin muka, sekarang menghadap ke yuda. Semua wajahnya sama. Rata.
Akhirnya dia berhasil keluar, tapi langsung nabrak sesuatu. Ternyata... satpam komplek. yuda dibawa ke pos, disuruh cerita. Tapi pas dicek CCTV, dari awal masuk sampai keluar, yuda terekam sendirian. Enggak ada orang lain.
Setelah pulang ke rumah, baru ketahuan... ternyata bokapnya dulu memang pernah main ilmu hitam. Dan benda-benda yang ditinggal di rumah dinas itu harusnya dibersihkan dulu. Hari itu juga, orang pintar dipanggil. Setelah dibersihin, kondisi bokapnya jauh lebih tenang... dan enggak lama setelah itu, beliau meninggal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar