hai lur kembali lagi bersama gue aggy tri fannny di podcast hirir. Malam ini Gue mau cerita pengalaman horor dari seorang cewek namanya tia. Waktu itu dia ikut acara hiking bareng komunitas, tapi pesertanya tuh banyak yang nggak saling kenal. Karena emang ya cari temen mendaki bareng di grup fb. Dan Tujuannya buat ngejar sunrise di gunung. Dan kejadian ini sekitar tahun 2022. Jadi mari kita simak ceritanya.
==
Masalahnya, pas hari H, kondisi badan tia lagi nggak fit. Tapi karena udah bayar dan sayang duit, dia maksa tetap ikut. Baru jalan sebentar dari pos 1, dia udah ngerasa lemes dan pandangannya mulai gelap. Nah, di tengah perjalanan itu, dia lihat dari kejauhan ada rombongan berpakaian putih lagi naik juga, tapi gerak-geriknya aneh, kayak nggak normal... kayak orang sempoyongan, bahkan ada yang lompat-lompat.
Dia penasaran, mau nyamperin. Tapi baru beberapa langkah, tiba-tiba tour guide-nya teriak, “Mbak, jangan keluar jalur ya!” Pas dia nengok ke belakang, ternyata rombongan aslinya ada di belakang dia. Nah, begitu dia balik lagi ke arah rombongan yang putih-putih tadi... ternyata itu pocong!
Bukan satu dua, tapi banyak... belasan, bahkan puluhan. Semuanya lompat-lompat, terus pas tia teriak, "Pocong!", mereka langsung berhenti... dan semua kepala pocong itu nengok ke arah dia. Mukanya hancur, kayak tengkorak lapuk.
Setelah itu, satu per satu pocong itu kayak ketarik ke atas dan hilang. Tapi sejak kejadian itu, tia terus-terusan lihat pocong sepanjang jalan. Ada yang berdiri di bayangan pohon, duduk di atas tas carrier orang, sampai nempel di punggung pendaki lain.
Karena terus teriak-teriak ketakutan, akhirnya tia disarankan turun aja sama tour guide-nya. Dan dia setuju, walaupun harus turun sendirian. Tapi waktu dia masih ragu-ragu buat mulai jalan, tiba-tiba ada cowok muncul, ngajak turun bareng.
Cowok ini tampilannya biasa aja, kayak pendaki normal. Tapi tia ngerasa nggak pernah lihat dia dari tadi. Mereka pun turun bareng, jalan pelan, tapi lama-lama rutenya aneh. Jalannya berlubang-lubang, cuma ada batu-batu loncatan kayak di atas jurang. Si cowok ini bilang, “Lompat aja pelan-pelan, kayak rombongan lain juga.”
Pas tia lihat ke depan... astaga, yang dia kira rombongan lain itu ternyata pocong juga! Mereka lompat-lompat cepat banget, kayak melayang. tia langsung nanya sambil tetap jalan, “Mas, itu maksudnya rombongan yang mana?” Si cowok ini jawab, “Itu... rombongan saya.”
tia langsung berhenti, pelan-pelan dia nengok ke belakang. Dan ternyata... cowok yang dari tadi jalan di belakangnya itu juga pocong! Mukanya busuk, kain kafan kotor penuh tanah. Pocong itu senyum sambil gemeretakin gigi.
Dan tiba-tiba... salah satu pocong yang di depan lompat langsung ke arah tia. Nabrak badannya, tapi tembus. Detik itu juga tia langsung blackout.
Pas dia sadar lagi... anehnya dia udah balik ke tempat awal dia ditinggal rombongan. Padahal tadi dia udah turun jauh. Jadi kayak muter balik ke titik awal.
Akhirnya dia turun lagi sambil terus baca doa. Kali ini jalannya lancar, sampai akhirnya dia nyampe ke tempat registrasi. Penjaga tanya kenapa dia panik dan sendirian. tia cerita semuanya, dan disuruh istirahat di aula registrasi.
Tapi pas dia baru sampai depan aula, dia lihat orang-orang yang tidur di dalam tiba-tiba duduk bersamaan... kayak huruf L. Terus serentak mereka semua nengok ke arah dia, dan semuanya... pocong juga.
Mereka senyum kayak nyambut tia masuk. Karena nggak kuat, tia jatuh pingsan di tempat. Pas sadar... udah pagi, dan rombongan pendaki udah turun. tia dikelilingi tour guide dan teman-teman hiking-nya.
Semenjak itu, dia nggak pernah ikut naik gunung lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar