hay lur malam ini ketemu lagi sama aggy tri fanny di podcast horor. Dan malam ini Gue mau cerita horor tentang hendra. seorang pendaki pemula yang waktu itu lagi semangat-semangatnya naik gunung. Dia tinggal di daerah Jawa Barat, jadi pilihannya jatuh ke Gunung Salak. Tapi karena kurang info, dia malah nekat lewat jalur yang bukan jalur resmi, yang sepi dan nggak ada pos pendakian. Dan kejadian ini terjadi pada tahun 2024. jadi mari kita simak ceritanya.
==
Pas sampai di titik awal, beneran sunyi. Sepi banget. Tapi hendra tetap jalan. Sampai di satu persimpangan, dia ngelihat ada rombongan orang berpakaian adat berdiri diam di jalur kanan. Tanpa mikir panjang, dia nyamperin mereka.
Tapi anehnya, makin dideketin, rombongan itu kayak makin jauh. Udah dipanggil pun nggak nyaut. Pas akhirnya dia berhenti ngejar dan balik badan, jalan di belakangnya udah berubah. Kayak ada pohon tumbang, longsoran, dan tanahnya rusak—jadi nggak bisa balik lagi.
Tiba-tiba hendra dengar suara gamelan dari kejauhan. Dia kira itu suara dari kampung warga, jadi dia samperin. Dan ternyata, dia malah masuk ke sebuah kampung di tengah hutan. Rumah-rumahnya rapat, tapi semuanya tertutup rapat dan sepi. Lalu dia lihat lapangan luas, di situ ada orang-orang berdandan ala kerajaan Jawa lagi latihan gamelan dan sinden.
hendra duduk nonton, dan dia ngerasa waktu berjalan cepat banget. Tahu-tahu langit udah gelap. Pas mau pergi, tangannya ditarik sama seorang wanita tinggi, cantik, pakai kebaya sinden. Katanya, "Jangan pulang dulu, malam ini ada pertunjukan wayang orang."
Tiba-tiba suara gamelan makin kencang, dan dari arah rumah-rumah yang tadinya kosong, keluar banyak orang dengan ekspresi datar dan tatapan kosong. Mereka semua jalan ke lapangan buat nonton. hendra kejebak di tengah kerumunan, dan terpaksa ikut duduk.
Pertunjukannya serem. Pemain wayangnya pakai baju zaman dulu, aksennya Sunda alus, dan adegannya sadis. Ada yang disayat, digorok... dan itu kelihatan nyata banget. hendra langsung takut, pelan-pelan dia mundur dan coba kabur.
Tapi pas lari, satu per satu penonton di belakangnya ikut berdiri dan ngejar dia. Tangannya ditarik-tarik, tasnya direbut. Dia makin panik, sampai akhirnya lihat satu rumah agak jauh—ada sosok pendaki ngelambai-lambai nyuruh masuk.
hendra langsung lari masuk ke rumah itu. Pendakinya bilang, “Tenang aja di sini aman. Saya juga dari dulu tinggal di sini.” Habis itu dia masuk ke salah satu ruangan... tapi nggak balik-balik.
hendra penasaran, dia buka pintu ruangan itu... dan ternyata isinya cuma satu makam tua.
Detik itu juga tanah di sekitar rumah mulai bergetar... dan longsor. hendra ketiban tanah. Untungnya, beberapa jam kemudian ada tim SAR yang nemuin dia. Barang-barang hendra yang tercecer di jalur longsor bantu tim SAR nemuin lokasinya.
Dan yang bikin hendra makin shock, ternyata tempat dia tadi itu bukan kampung, tapi area pemakaman tua di tengah hutan. Nggak ada rumah. Nggak ada warga. Semua cuma... ilusi.
Semenjak itu, hendra nggak pernah naik gunung sendirian lagi. Dan dia nggak bakal pernah lagi ngejar suara gamelan di gunung mana pun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar