Waktu itu gue lagi bantu bersihin makam tua di kampung bokap, di daerah pelosok Jawa Tengah. Salah satu kuburan gak pernah dirawat, katanya itu makam Pak Lurah Karno—kepala desa terakhir sebelum kampung itu kosongin.
Kata warga, waktu dia mati, gak ada yang berani ngurus jenazahnya. Dibiarkan gitu aja, sampai mayatnya membusuk sendiri di lubang kubur.
Pas gue siram air ke nisannya, gue denger suara berat ngedesis, "kau sedang apakan kuburan ku"
Gue nengok, di belakang batu nisan, pocong berdiri. Mukanya rusak, belatung jalan di matanya. Itu Pak Lurah Karno.
Gue lari gak pake mikir. Dan sampe sekarang, di atas nisan itu terlihat pocong itu berdiri di atasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar