Waktu SMA, gue ikut kemah di deket sungai kecil di desa ujung Jawa Barat. Malem kedua, temen gue, Dedi, tiba-tiba hilang. Padahal baru sejam yang lalu dia masih ngobrol sambil ngopi.
Warga bantu cari. Dan salah satu orang tua situ cuma bilang singkat, “Itu sungai lama. Sering dimintain tumbal sama Kuntilanak.”
Jam tiga pagi, Dedi ketemu. Basah kuyup, tergeletak di pinggir sungai. Masih hidup, tapi matanya kosong, dan dia terus bilang, “Dia manggil... suaranya nyanyi dari air...”
Sejak itu, Dedi gak pernah sama lagi. Suka nyendiri, duduk di deket air, dan senyum sendiri.
Gue percaya... Kuntilanak itu gak cuma nyari korban. Dia nyari tumbal, dan Dedi... udah kepilih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar