Rabu, 18 Juni 2025

PENGLARI WARUNG BAKSO DI JOGJA

hay lur balik lagi bareng gue aggy tri fanny di podcast horor. Malam ini gue mau bacain 2 cerita horor sekaligus. Dan cerita pertama datang dari seorang cewek, sebut aja namanya inke. Cerita ini tentang usaha warung bakso milik orang tuanya, dan kejadian mistis yang dia alaminnya sendiri. Serem, dan jujur... bikin merinding. Jadi mari kita simak ceritanya.

==

Jadi, inke ini dari kecil udah sensitif, sering lihat makhluk halus. Tapi sayangnya, setiap dia cerita, orang tuanya nggak pernah nanggepin serius. Mungkin karena fokus cari duit, apalagi hidup mereka dulu susah. Berkali-kali buka usaha, gagal terus. Sampai akhirnya, pas inke baru lulus SMA dan nunggu pengumuman kuliah, orang tuanya buka warung bakso dan mie ayam.

Warungnya ini kecil, tempatnya agak gelap dan lembap. Tapi anehnya, pas baru buka, cuma dalam tiga hari, langsung rame banget. Suatu hari, inke disuruh bantuin jaga warung. Awalnya sih dia duduk aja di kasir, sambil makan semangkuk bakso.

Pas mau nyuap baksonya, dia cium bau bunga kantil – bau kayak di makam. Bau itu nyengat banget. Dia lihat ke sekeliling, dan nemuin ada plastik isi bunga makam di bawah gerobak bakso. Dia berusaha mikir positif aja... mungkin cuma kebetulan.

Tapi pas makan, rasanya enak banget. Bikin nagih. Selesai makan, inke ke belakang buat cuci piring. Tempat cucinya jauh, sampai harus jalan lewatin lapangan rumput. Udah selesai, dia balik, tapi dengar suara "tes… tes… tes…", kayak tetesan air. Dia balik lagi ke keran – tapi kerannya udah rapat. Tetesan itu terus ada, beberapa kali.

Akhirnya dia balik buat ngecek keran itu lagi. Pas lagi pegang keran, tiba-tiba ada air netes ke tangannya dari atas. Pas dia dongak, ternyata di atas ada pocong tiduran di rangka atap, mukanya rusak, tanah makam nempel di wajahnya, dan mulutnya netesin air liur.

Air itu yang kena tangan inke. Dia langsung jatuh karena licin, terus kabur secepatnya balik ke area kasir. Dia mau cerita ke orang tuanya, tapi seperti biasa, mereka cuek karena lagi sibuk.

Setelah itu, suasana di warung jadi beda. Hawanya berubah, pengap dan gerah. inke izin pulang karena mual dan pusing. Diam-diam dia bungkus seporsi bakso buat dimakan di rumah, penasaran sama isu "penglaris" yang katanya bikin rasa makanan beda kalau dibawa pulang.

Dan benar aja. Pas makan di rumah, rasa baksonya berubah drastis. Kuahnya kayak air comberan, dagingnya amis dan kayak masih mentah. Dia langsung muntah dan ninggalin baksonya di meja makan.

Malamnya, inke coba tidur. Tapi dari arah meja makan, terdengar suara mangkuk kegeser-geser. Dia kira tikus. Dia ngintip, tapi yang dia lihat justru bikin dia kaku di tempat.

Di depan dia, ada sosok kecil, rambut panjang kasar, jongkok di depan mangkok bakso yang tadi. Sosok itu ngabisin baksonya, lalu menjilat mangkoknya dengan lidah panjang, sampai bersih. Pas nengok ke inke, wajahnya keriput, meleleh, dan matanya menggantung ke bawah.

inke kabur, lari keluar rumah dan nyari ojek. Dia balik ke warung, udah jam 11 malam. Warung masih rame. Ada beberapa pejabat daerah nongkrong bareng orang tuanya. Tapi pelanggan lain? inke sadar, itu pelanggan yang sama sejak sore. Nggak ada yang pulang-pulang.

inke duduk di kasir lagi, berharap bisa tenang. Tapi pas nundukin kepala ke meja, dia lihat bayangan lewat, makin banyak. Dan ternyata itu rombongan pocong yang jalan masuk ke warung, ngumpul di sekitar gerobak bakso, lalu secara bergantian meludah ke dalam tungku bakso.

inke langsung teriak histeris, "Ada pocong! Ada pocong!" Ayahnya langsung datang. Tapi bukan buat nenangin – justru marah dan narik inke ke belakang.

Di sanalah akhirnya terungkap.

Usaha warung itu pakai penglaris. Ayahnya bilang itu satu-satunya cara biar usahanya nggak gagal lagi. inke sempat debat, tapi mental. Ayahnya bilang, "Kamu nggak usah banyak omong kalau masih makan dari uang bapak."

Sejak itu, hubungan mereka renggang. Tapi tak lama kemudian, inke diterima kuliah di luar kota, full beasiswa. Dia senang karena akhirnya bisa jauh dari rumah. Walaupun ibunya kadang masih kirim uang, tapi inke takut nerima uang haram. Dia pilih cari duit sendiri, dan uang dari orang tuanya disimpan atau dikasih ke orang lain.

Sampai hari ini, usaha bakso itu masih jalan. Tapi di dalam hati inke, ada perasaan campur aduk. Antara sedih, marah, dan takut.




okay cerita horor yang ke dua berjudul HANTU PABRIK KORBAN DEMO DI KARAWANG. Cerita ini pengalaman dari seseorang yang sempat kerja di sebuah pabrik di Jawa Barat sekitar tahun 2015. Cerita ini dikirim langsung oleh orangnya, sebut aja namanya iwan. Jadi mari kita simak ceritanya.

===

iwan ini baru kerja di pabrik itu. Karena masih baru, dia nggak begitu ngerti soal suasana demo karyawan. Tapi dia punya abang yang kerja lebih lama di situ, namanya Bang Hendri. Abangnya ini cukup aktif di serikat buruh. Nah, dari awal, Bang Hendri udah sering wanti-wanti kalau ada demo, iwan disuruh pulang cepat aja biar nggak keikut.

Tapi suatu hari, beda. Bang Hendri justru minta iwan ikut demo. Katanya ada hal penting. Ada satu karyawati yang katanya hilang, dan diduga ditangkap pihak pabrik, disiksa, lalu hilang begitu aja. Bang Hendri percaya iwan bisa bantu nyari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Sebelum demo dimulai, Bang Hendri ngasih iwan pouch kecil isi tanah makam basah, buat diolesin ke bawah mata kalau udah sore menjelang malam. iwan nurut aja, meski agak aneh.

iwan biasa masuk dari gerbang belakang pabrik, lewat danau buatan. Tapi hari itu gerbang belakang ditutup, alasannya ada pembangunan. Padahal biasanya nggak pernah ditutup.

Pas malam dan demo makin ricuh, iwan lihat hal aneh: ada sosok cewek berdiri sendirian di tengah kerumunan aparat, pakai seragam pabrik, lusuh dan kucel, tapi diam aja, ngelawan arus orang-orang yang lari. iwan, karena ngerasa harus nolong, coba tarik tangannya. Tapi aneh, tangannya kayak nggak kepegang, kayak... hologram.

Beberapa kali nyoba, akhirnya bisa juga digandeng. Tapi pas udah jauh dari kerumunan dan iwan nengok, ternyata yang dia gandeng bukan cewek itu, tapi pegawai lain. Sementara cewek tadi masih berdiri di tempat yang sama, lalu perlahan pakaiannya terangkat dan hilang di udara.

Hari-hari berikutnya, iwan mulai sering lihat sosok itu di dalam pabrik. Pertama kali muncul di toilet, waktu dia pipis, ada suara langkah pakai heels pendek, berhenti di depan bilik. Lalu... BRUK, suara tubuh jatuh. Pas iwan berdiri, ada tangan cewek lebam-lebam, luka sundutan rokok, nyengkerem kakinya. Tangannya terus diseret sambil bilang, "Ampuni saya."

iwan buka pintu, tapi... kosong. Nggak ada siapa-siapa.

Kejadian lain terjadi waktu dia sendirian di gudang. Ada kursi kayu goyang sendiri, lalu suara cewek nangis sesenggukan. Di pojok gudang, ada cewek duduk, mukanya nggak kelihatan. Tapi bajunya sama persis kayak sosok waktu demo.

iwan tanya, "Teteh kenapa?" Tapi cewek itu malah benturin kepalanya ke lantai berkali-kali, sampai berdarah. Lalu bilang, "A, maafin saya. Saya kejebak di belakang."

iwan lari keluar. Lorong belakang pabrik yang berbatasan dengan danau makin gelap. Tiba-tiba gerbang belakang kayak didobrak-dobrak. Lalu muncul jejak kaki merah tua dari arah gerbang, tapi... nggak ada sosoknya.

Lalu dari kejauhan, terdengar teriakan, "Teman-teman kosongkan pabrik!" Ternyata hari itu memang ada demo lanjutan, dan iwan nggak tahu. Dia satu-satunya orang yang masih ada di area pabrik.

Karena panik, dia langsung ngumpet di balik seng penutup danau. Hampir satu jam dia ngumpet di situ. Suara demo udah hilang, tapi dia masih dengar suara cewek nangis dan minta ampun, lalu suara benda tumpul memukul sesuatu.

Pelan-pelan, air danau naik sendiri, kayak ada benda ditenggelamkan. Dari saluran pembuangan, muncul sosok cewek mengapung, pakai seragam pabrik, tubuhnya penuh luka.

iwan langsung lari dan keluar dari area pabrik. Sejak saat itu, dia nggak pernah balik lagi.

Beberapa waktu kemudian, jasad seorang karyawati ditemukan di danau pabrik itu. Ternyata dia dibunuh dan dibuang oleh pihak pabrik, dan selama ini... dialah yang muncul ke iwan. Yang paling menyedihkan, karyawati itu punya hubungan dekat dengan Bang Hendri, makanya Bang Hendri begitu ngotot ikut demo.

Dan kalian tahu? Pabrik itu akhirnya ditutup paksa oleh warga. Bukan cuma karena kasus tenaga kerja, tapi karena kasus kematian yang ditutup-tutupi itu akhirnya terbongkar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

50 Random Post