Malam itu, Rina berjalan sendirian melewati gang sepi. Angin dingin berembus, tapi tubuhnya terasa panas.
Di ujung gang, Pocong berdiri.
Rina ingin berlari, ingin menjerit. Tapi tidak bisa.
Matanya terkunci menatap sosok itu.
Pocong itu perlahan melompat mendekat, dan semakin dekat, mata Rina semakin kosong.
Tangannya terangkat sendiri, bergerak tanpa kendali.
Dalam bisikan yang nyaris tak terdengar, Pocong berucap…
"Ikuti aku."
Rina melangkah, seperti boneka tanpa jiwa.
Tidak ada yang tahu ke mana dia pergi malam itu.
Hanya satu hal yang pasti—dia tidak pernah kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar