hay kembali lagi bersama saya aggy tri fanny alamsyah. Kali ini di Malam ini gue mau bacain cerita dari mega... kisah ini terjadi di masa SMA nya mega sekitar tahun 2019. Untuk tempat kita samarkan saja purwokerto jawa tengah. untuk menjaga privasi mega. Jadi mari kita simak ceritanya.
====
Jadi di sekolah mega, ada satu lorong gelap di belakang sekolah. Lorong ini lembab, sempit, dan langsung berbatasan sama lapangan olahraga. Pas class meeting, mega kebagian tugas ngambilin bola yang keluar pagar. Waktu dia lagi nyari bola di lorong itu, dia lihat ada meja dengan kain putih... dan di atasnya ada sesuatu yang awalnya tiduran, tapi pelan-pelan berdiri. Bentuknya tegak kaku, dan itu tuh ternyata adalah boneka jailangkung.
Karena suasananya langsung enggak enak, mega buru-buru ambil bola, terus kabur. Teman-temannya nanya, kok bolanya cuma sedikit? Dia jawab jujur, tadi lihat “sesuatu” di lorong. Mereka pun sepakat buat nyamperin lorong itu bareng, sore harinya.
Pas dicek rame-rame, enggak ada apa-apa. Mereka lanjut ke ruang OSIS, buat evaluasi. Nah, di situ salah satu temennya nemuin kain putih dari ujung lorong tadi. Disangka properti class meeting, pas dibuka ternyata isinya... boneka jelangkung yang tadi mega lihat.
Karena penasaran, mereka cari mantra di internet dan mulai mainin. Akhirnya mereka coba melingkar mengelilingi boneka jailangkung tersebut. Sambil membaca mantra bersama-sama. Jailangkung jailangset datang tak di jemput pulang tak di antar. Setelah dibacain mantranya berkali-kali, jelangkung itu gerak sendiri, bikin arah panah ke lorong belakang. Kaget, mereka buru-buru bungkus lagi bonekanya, taruh di lemari, lalu kabur dari ruang OSIS.
Beberapa hari kemudian, di malam hari, mega balik ke ruang OSIS sendirian karena ada lembar nilai yang ketinggalan. Pas jalan ke sana, dia dengar suara-suara rame dari dalam, kayak ada temannya. Tapi pas dibuka... ruangan kosong. Cuma ada lembar nilai di atas meja... dan boneka jelangkung berdiri di kursi, menghadap ke arah dia.
Dengan hati-hati, mega ambil lembar nilainya dari seberang meja. Tapi pas berhasil ngambil... bruk! Tempurung kepala si jelangkung jatuh, nutupin tangannya. mega ngerasa kayak ada serabut kasar yang nyentuh kulitnya dari dalam boneka itu. Dia langsung dorong bonekanya, lari keluar ruangan.
Begitu keluar, suasana sekolah udah sepi banget. Dan dari ujung lorong, mega lihat sosok kakek kakek... berdiri tegak, kaku, kayak bentuk jelangkung. kakek itu jalan pelan ke arah lorong belakang, tapi jalannya kayak pakai bambu, kayak suara engrang. Terus... dia nembus tembok.
Sejak malam itu, mega susah tidur. Begitu bisa tidur pun, dia kebangun karena dengar suara tuk tuk tuk... suara bambu diketuk-ketuk. Waktu dia cek ke ruang tamu, dia lihat ke arah jemuran... dan di sana, kakek itu berdiri lagi. Bedanya sekarang, bambu penyangga jemuran itu kayak menempel ke badannya. Kakek itu pun menoleh ke ainun dan mereka saling bertatapan sebentar.
Melihat itu mega takut dan langsung kabur, tidur di kamar ibunya, ketakutan. Besoknya, dia ajak teman-temannya buat balikin boneka jelangkung ke tempat asal. Tapi... lorong itu enggak ada apa-apa. Mereka coba cari ke belakang tembok lorong... dan nemu gundukan tanah dan batu nisan kecil. Akhirnya mereka gali, terus kubur jelangkungnya di sana.
Mereka pikir semuanya selesai... Tapi ternyata belum. Pas balik ke kelas, tiba-tiba beberapa teman mega kesurupan. Teriak-teriak, lempar barang. Sekolah jadi kacau. Akhirnya mega panggil guru agama. setelah itu para guru agama pun melakukan ruqiah massal,... dan setelah itu kesurupan massal berhenti.
Dan yang bikin merinding... pas mereka cek gundukan tanah tadi, udah dibongkar. Rumputnya gosong, tanahnya hitam. Guru agama cuma bilang satu kalimat:
"Jangan sekali-kali manggil kalau enggak tahu cara ngembaliinnya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar