Kalau kalian masih inget, gue pernah cerita tentang sekte sesat yang ada di salah satu daerah di Jakarta Selatan. Jadi, sekte ini dipimpin oleh seorang tetua yang tinggal di rumah tua yang cukup mencolok. Mereka ini bukan sekadar kumpulan orang biasa—mereka penyembah iblis. Setiap malam, anggotanya selalu berkumpul di sana, dan setiap minggu mereka melakukan ritual besar.
Salah satu kejadian mengerikan yang pernah terjadi adalah ketika ada seorang anggota yang nyaris mengorbankan anaknya sendiri sebagai tumbal. Tapi ternyata, dampak dari sekte ini nggak cuma dirasain sama anggota atau mantan anggota mereka aja. Bahkan, tetangga sekitar pun ikut kena efek negatifnya.
Ada seorang pria bernama Dimas. Dia seorang guru, umur sekitar 29 tahunan. Dimas ini baru menikah sekitar setahun yang lalu, dan istrinya juga seorang guru. Mereka tinggal di rumah yang persis berdempetan dengan rumah sekte tersebut. Rumah ini sebenarnya milik orang tua Dimas, dan udah lama nggak ditempatin, jadi begitu dia menikah, mereka memutuskan untuk tinggal di sana.
Dimas udah familiar sama rumah itu karena sering ke sana buat beres-beres. Tapi soal sekte di sebelah rumahnya, dia cuma sekadar tahu, nggak terlalu peduli. Dia memang sering melihat keanehan, terutama karena rumah sebelah selalu ramai setiap malam, tapi karena tetangga lain juga kayak nggak ambil pusing, dia pun memilih untuk bersikap sama.
Namun, lama-kelamaan ada sesuatu yang bikin dia mulai terganggu. Setiap pagi saat berangkat kerja, dia selalu menemukan belatung hitam besar bertebaran di depan rumahnya. Banyak banget. Awalnya dia pikir cuma kebetulan, tapi kejadian ini terus berulang. Nggak cuma belatung, tapi juga kelabang dan cacing-cacing yang bikin geli dan menjijikkan.
Yang lebih parah, istrinya yang hobi merawat tanaman juga kena imbasnya. Suatu kali saat dia lagi nyiram tanaman, dia tiba-tiba menemukan tangannya dipenuhi belatung. Itu bukan kejadian sekali dua kali. Tiap pagi, selalu ada makhluk-makhluk menjijikkan itu di sekitar rumah mereka, dan mereka merasa sumbernya berasal dari rumah sekte di sebelah.
Dimas akhirnya nggak tahan dan coba menegur penghuni rumah sebelah. Tapi yang dia dapat malah omelan. "Mas, rumahnya jorok kali! Makanya banyak hewan kayak gitu!" bukannya menjelaskan atau memberi solusi, orang-orang di rumah itu malah balik menyalahkan Dimas.
Semakin lama, suasana di rumah Dimas makin nggak enak. Setiap malam dia mulai merasakan ada sesuatu yang mengawasi dari belakang. Kadang, dia mendengar suara-suara aneh dari dalam rumah sekte itu—bukan sekadar suara ramai, tapi seperti bisikan-bisikan yang bikin bulu kuduk berdiri. Apa yang sebenarnya mereka lakukan di dalam sana? Dan yang lebih penting, apakah Dimas dan istrinya bisa terus bertahan tinggal di tempat itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar