Selasa, 11 Maret 2025

Suara dari Lorong Gelap

Malam itu, Fira berjalan sendirian di lorong gelap yang sempit. Hujan rintik-rintik menambah suasana mencekam, sementara lampu jalan yang redup hanya memberikan sedikit penerangan. Tiba-tiba, ia mendengar suara bisikan dari kejauhan, seolah ada seseorang yang memanggil namanya.

"Firaaa..."

Fira menghentikan langkahnya, mencari sumber suara tersebut. Namun, yang ia lihat hanyalah bayang-bayang yang bergerak seiring dengan angin malam. Hatinya berdetak kencang, tapi rasa penasaran mendorongnya untuk melangkah lebih jauh ke dalam lorong.

Suara itu semakin jelas, menggema di antara dinding-dinding bangunan tua. "Tolong aku, Fira..."

Dengan rasa takut yang semakin mencengkeram, Fira mendekati sebuah pintu kayu yang sudah usang. Pintu itu sepertinya menjadi sumber suara yang terus memanggilnya. Tanpa ragu, ia membuka pintu tersebut, berharap menemukan jawaban atas rasa penasaran dan ketakutannya.

Di balik pintu itu, ia menemukan sebuah ruangan yang gelap dan dingin. Langit-langitnya berlumut, dan lantainya dipenuhi debu tebal. Di tengah ruangan, Fira melihat seorang perempuan dengan wajah pucat dan mata kosong, berdiri sambil menggenggam sebuah boneka lusuh.

"Siapa kamu?" tanya Fira dengan suara bergetar.

Perempuan itu tersenyum seram, dan suara bisikan yang sama kembali terdengar. "Aku adalah bayangan dari masa lalumu. Kamu telah melupakan sesuatu yang sangat penting, Fira."

Tiba-tiba, ruangan itu bergetar dan lampu-lampu di sekitar padam. Fira merasakan ada sesuatu yang menariknya ke dalam kegelapan. Ia berteriak, tetapi suaranya tak terdengar. Dalam sekejap, ruangan itu berubah menjadi lorong gelap yang lebih panjang dan berliku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

50 Random Post