Di sebuah rumah tua yang sudah lama ditinggalkan, ada cerita tentang kuntilanak yang sering muncul di ujung tangga. Warga sekitar selalu menghindari rumah itu, terutama saat malam tiba. Namun, Budi merasa penasaran dan memutuskan untuk mengunjungi rumah tersebut.
Suatu malam, Budi menyelinap masuk ke dalam rumah. Dengan hati-hati, ia berjalan menaiki tangga yang berderit setiap kali diinjak. Di ujung tangga, ia melihat bayangan samar dari sosok perempuan dengan rambut panjang terurai. Jantung Budi berdegup kencang, namun ia terus melangkah mendekati bayangan tersebut.
Tiba-tiba, sosok itu berbalik dan menatap Budi dengan tatapan kosong. Wajahnya yang pucat dan menyeramkan membuat Budi mundur beberapa langkah. "Siapa kamu?" tanya Budi dengan suara gemetar.
Kuntilanak itu tersenyum menyeramkan dan berkata, "Aku adalah arwah yang terperangkap di sini. Kamu seharusnya tidak datang." Suara itu terdengar seperti bisikan angin yang menyeramkan.
Budi merasa tubuhnya membeku. Tanpa disadari, kuntilanak itu mendekat dengan cepat, menyentuh bahu Budi dengan tangan dinginnya. Budi mencoba berteriak, namun suaranya tak keluar. Ia merasa napasnya semakin sesak, seolah-olah ada sesuatu yang mencekik lehernya.
Dengan putus asa, Budi berusaha melepaskan diri, namun kakinya terasa berat dan sulit digerakkan. Tiba-tiba, lampu-lampu di rumah itu padam, meninggalkan Budi dalam kegelapan total.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar