Jumat, 28 Maret 2025

Siapa Sosok Perawat Cantik Itu


Jadi, cerita kali ini datang dari seorang security di sebuah rumah sakit di daerah Jakarta Selatan. Kejadiannya sekitar tahun 2014. Kita sebut aja security ini namanya Anto, umurnya kurang lebih 37 tahun. Saat itu, Anto masih terbilang baru kerja, sekitar setahunan jadi security di rumah sakit ini. Sistem jaganya itu di-rolling terus. Ada yang jaga di depan, ada yang jaga per lantai, dan di tempat-tempat lain. Nah, waktu itu Anto lagi kena giliran shift malam.

Biasanya Anto jaga bareng temannya, Arif. Mereka biasanya kebagian dua lantai, yaitu lantai 4 dan lantai 5. Tapi malam itu, Arif mendadak izin karena sakit, jadi Anto harus jaga sendirian di dua lantai itu. Kebayang kan, sendirian bolak-balik lantai 4 dan 5, malam-malam, di rumah sakit yang sunyi.

Jam 10 malam, Anto mulai patroli seperti biasa. Dia cek data pasien malam itu, ngitung jumlah keluarga yang lagi nunggu di ruang ICU, dan sebagainya. Semua sesuai prosedur rumah sakit. Selesai semuanya, dia balik ke lantai 4 untuk berjaga.

Sekitar jam 11 malam, Anto lagi duduk di meja jaga sambil nahan ngantuk berat. Kebetulan ada OB lewat di lantai 4. Anto langsung nitip kopi hitam panas ke OB itu, buat ngebantu dia biar tetap melek. OB itu ngangguk dan bilang bakal bikinin kopi.

Waktu terus berjalan. Udah sejam lebih, kopinya nggak datang-datang. Anto mulai gelisah. Udah jam 12 malam, matanya makin berat. Mau turun ke bawah buat ambil kopi sendiri, dia nggak berani ninggalin pos lama-lama. Nggak ada Arif yang bisa gantiin dia. Akhirnya, dia coba jalan-jalan di lorong, biar ngantuknya ilang.

Pas lagi jalan, tiba-tiba dari ujung lorong, Anto ngeliat ada perempuan cantik banget. Dia pakai seragam perawat dan jalan pelan ke arah Anto, sambil bawa gelas kopi. Anto langsung berhenti dan merhatiin perawat itu. Anehnya, perempuan itu cuma jalan lurus aja, ngelewatin Anto begitu aja, lalu naruh kopi di meja jaga sambil ngomong pelan, “Ini kopinya, Mas.”

Anto cuma berdiri kaku. Diam. Matung. Jantungnya berdegup kencang. Dia nggak tahu siapa perawat itu, karena dia hafal semua perawat di rumah sakit itu, dan nggak pernah lihat wajah perempuan ini sebelumnya. Tapi, karena penasaran, dia tetap diem, nggak bilang apa-apa.

Sambil mikir, Anto coba nunggu OB yang tadi lewat. Dia pengen tahu apakah OB itu nitip kopinya ke perawat itu. Tapi anehnya, OB baru muncul sekitar jam 2 pagi. Begitu OB datang, dia bawa kopi dan bilang, “Mas, maaf ya lama. Tadi saya harus bersihin ruangan yang ketumpahan kopi dulu.”

Anto langsung bingung. Dia nanya ke OB, “Lah, terus ini kopi yang tadi siapa yang nganter? Perawat cantik banget, padahal udah aku minum habis.” OB itu malah makin bingung dan jawab, “Perawat? Nggak ada perawat yang saya titipin, Mas. Saya bikinin ini sendiri.”

Anto cuma bisa diem. Kepalanya penuh tanda tanya. Siapa perempuan tadi? Dari mana dia datang, dan kenapa dia tahu Anto nitip kopi? Yang jelas, malam itu Anto nggak pernah lupa kejadian aneh ini. Sampai sekarang, dia nggak pernah tahu siapa sebenarnya "perawat cantik" itu, tapi satu yang pasti, malam itu di lantai 4, ada yang nggak biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

50 Random Post