Di sebuah hutan ajaib, ada sebuah pintu yang berdiri sendiri tanpa dinding di sekitarnya. Pintu itu terbuat dari kayu bercahaya, dengan ukiran indah yang tampak seperti bintang dan angin. Namun, pintu itu tidak pernah terbuka. Konon, pintu ini sedang mencari pemilik sejatinya—seseorang yang memiliki hati paling tulus.
Suatu hari, anak yatim piatu bernama Alia tersesat di hutan saat mencari bunga untuk merayakan ulang tahun sahabatnya. Dalam perjalanannya, ia menemukan pintu tersebut. Ketika mendekat, pintu itu tiba-tiba bersinar dan berbisik, “Apakah kau pemilikku?” Alia, bingung, menjawab, “Aku hanya seorang anak kecil, bukan pemilik apa pun.”
Namun, pintu itu bersikeras, membukakan dirinya sedikit. Alia melihat dunia indah di dalamnya: langit berwarna emas, sungai berkilauan, dan binatang berbicara. Alia melangkah masuk dan menemukan bahwa tempat itu bukan sekadar dunia ajaib, tetapi juga ruang bagi siapa pun yang mencari kebahagiaan dan cinta.
Saat Alia melangkah lebih jauh, ia bertemu makhluk-makhluk ajaib yang mengungkapkan bahwa pintu itu hanya akan terbuka bagi orang yang memikirkan kebahagiaan orang lain di atas dirinya sendiri. Alia tersenyum, menyadari bahwa pintu itu telah memilihnya karena ia ingin memberikan bunga untuk sahabatnya.
Ketika ia kembali ke dunia nyata dengan bunga paling indah dari negeri ajaib itu, ia tahu bahwa pintu itu selalu ada untuknya, siap membawanya ke tempat kebahagiaan kapan saja ia membutuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar