Di pinggiran desa, terdapat hutan yang dikenal sebagai Hutan Angker. Warga sekitar percaya bahwa hutan itu dihuni oleh makhluk gaib dan arwah penasaran. Namun, rasa penasaran Arya membuatnya memutuskan untuk menyelidiki hutan tersebut.
Suatu malam, Arya memasuki hutan dengan hati yang penuh rasa penasaran dan sedikit ketakutan. Cahaya bulan yang redup menembus dedaunan, menciptakan bayangan yang menyeramkan di sepanjang jalan setapak. Suara burung hantu dan gemerisik dedaunan menambah suasana mencekam.
Tiba-tiba, Arya mendengar suara langkah kaki yang mengikuti di belakangnya. Ia berhenti dan memutar tubuhnya, namun tidak ada siapa pun. Suara itu berhenti sejenak, lalu kembali terdengar semakin dekat. Arya merasa jantungnya berdetak kencang, tetapi ia terus melangkah lebih dalam ke dalam hutan.
Di tengah hutan, Arya menemukan sebuah gua yang terlihat gelap dan menakutkan. Ia merasa ada sesuatu yang menariknya untuk masuk ke dalam gua tersebut. Dengan hati-hati, Arya memasuki gua dan menemukan banyak sekali lukisan kuno di dindingnya.
Saat Arya menyentuh salah satu lukisan, suara bisikan misterius terdengar di telinganya. "Kamu tidak seharusnya datang ke sini, Arya..." Suara itu terdengar seperti gabungan banyak suara, penuh rasa sakit dan kemarahan.
Tiba-tiba, sosok bayangan muncul di ujung gua. Bayangan itu mendekat dengan cepat, menampakkan wujud seorang wanita dengan wajah pucat dan mata penuh dendam. Arya merasa tubuhnya membeku, sementara bayangan itu semakin mendekat dan mengulurkan tangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar