Di sebuah desa terpencil, terdapat rumah tua yang sudah lama terbengkalai di ujung jalan. Warga sekitar sering menghindari rumah itu karena cerita-cerita horor yang berkembang tentangnya. Konon, rumah itu dihuni oleh arwah penasaran yang belum menemukan kedamaian.
Suatu malam, Dimas dan teman-temannya memutuskan untuk menguji nyali mereka dengan mengunjungi rumah tua tersebut. Dengan senter di tangan, mereka memasuki rumah itu perlahan. Pintu kayu berderit keras saat dibuka, seolah-olah menyambut kedatangan mereka.
Di dalam rumah, suasana sangat mencekam. Debu tebal dan jaring laba-laba memenuhi setiap sudut. Dimas merasa ada sesuatu yang mengawasi mereka, tetapi ia mencoba mengabaikan perasaannya. Mereka berkeliling, memeriksa setiap ruangan dengan hati-hati.
Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki di lantai atas. Dimas dan teman-temannya saling berpandangan, merasa ketakutan. Namun, rasa penasaran mereka lebih kuat. Dengan hati-hati, mereka menaiki tangga yang rapuh.
Di lantai atas, mereka menemukan sebuah kamar dengan pintu setengah terbuka. Dimas memberanikan diri untuk mendorong pintu tersebut. Di dalam kamar, mereka melihat sosok wanita dengan wajah pucat berdiri di dekat jendela. Wanita itu memandang mereka dengan tatapan kosong.
"Dimas... Tolong aku..." suara lirih itu terdengar dari bibir wanita tersebut.
Dimas merasa tubuhnya membeku. Sebelum sempat berpikir lebih jauh, wanita itu tiba-tiba menghilang, dan suara tawa mengerikan menggema di seluruh rumah. Mereka segera berlari keluar, tapi pintu depan tertutup rapat.
Dimas dan teman-temannya terperangkap dalam rumah tua itu, dengan suara tawa yang semakin mendekat dari setiap sudut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar