Tahun 2005 di Tangerang, ada satu keluarga yang tinggal di sebuah perumahan cluster. Keluarga ini udah menetap di sana selama 10 tahun, dari awal kompleknya masih sepi sampai akhirnya penuh dengan rumah-rumah lain. Mereka adalah Pak Indra, istrinya Bu Dita, dan anak mereka, Reza, yang berusia 20 tahun.
Bu Dita dikenal sebagai tetangga yang supel dan sering bergaul dengan warga sekitar. Karena dia ibu rumah tangga, kesehariannya banyak dihabiskan di rumah. Dia juga sering bikin acara bareng tetangga, kayak perayaan 17 Agustusan, tahun baru, sampai arisan ibu-ibu.
Dari semua tetangganya, Bu Dita paling dekat dengan Bu Ulfa, yang rumahnya persis di sebelah. Mereka seumuran dan anak-anak mereka pun sebaya, jadi sering ngobrolin soal sekolah anak juga. Bu Ulfa ini termasuk orang berada di cluster itu. Rumahnya dua kavling, bahkan punya tiga rumah di dalam komplek. Meski begitu, dia tetap humble dan nggak pilih-pilih dalam bergaul.
Tapi suatu hari, Bu Dita mulai merasa aneh. Udah seminggu, dia nggak pernah lihat Bu Ulfa. Rumahnya juga kelihatan kosong. Bu Dita pun bilang ke suaminya, "Kenapa ya, Bu Ulfa kok udah seminggu nggak kelihatan? Rumahnya juga kayak kosong terus."
Pak Indra cuma menjawab santai, "Paling keluar negeri sama keluarganya. Biasanya kan tiap tahun begitu."
Bu Dita baru keinget kalau memang setiap tahun Bu Ulfa dan keluarganya sering liburan ke luar negeri. Tapi yang bikin dia heran, biasanya Bu Ulfa selalu cerita dulu sebelum pergi. Kali ini, dia nggak bilang apa-apa. "Mungkin dia lupa kali ya," pikir Bu Dita akhirnya.
Sampai suatu malam, sekitar jam 9, ada yang ngetok pintu rumah Bu Dita. Saat dia buka, ternyata yang berdiri di depan pintu adalah... Bu Ulfa.
Tapi ada yang janggal. Mukanya pucet, rambutnya berantakan, dan dia cuma diam aja. Nggak seperti biasanya yang selalu ceria.
"Bu, ayo masuk! Saya bikinin teh panas, ya?" kata Bu Dita.
Bu Ulfa masih diam, nggak ada reaksi. Tapi akhirnya, dia masuk juga dan duduk di ruang tamu.
Bu Dita buru-buru ke dapur buat bikin teh. Tapi pas dia balik ke ruang tamu…
Bu Ulfa udah nggak ada.
Hilang begitu aja.
Rumahnya masih terkunci rapat. Pintu nggak ada yang kebuka. Bu Dita langsung merinding.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar