Halo semuanya… kali ini gue mau bawain cerita yang menurut gue… serem banget. Cerita ini datang dari seorang pendengar yang gue samarkan namanya jadi Mbak Sisi. Ceritanya dimulai 10 tahun yang lalu. Waktu itu Mei 2015. dan lokasi juga gue samarin. Sebut saja di purwokerto jawa tengah, waktu itu Mbak Sisi hamil anak pertama, usia kandungannya udah 7 bulan. Dia ikut tinggal bareng suaminya, yang waktu itu masih serumah sama neneknya. Jadi mari kita simak ceritanya
===
Nah, malam itu… malam Jumat, 12 Mei 2015. Suami Mbak Sisi baru pulang kerja bakti sore hari. Seperti biasa, mereka makan, lalu salat berjamaah di masjid. Setelah pulang, mereka ngobrol sebentar di ruang tamu, terus sekitar jam setengah sembilan malam, mereka masuk kamar.
Karena perutnya makin besar, Mbak Sisi capek dan pamit tidur lebih dulu. Tapi jam sebelas malam, dia kebangun. Yang aneh, posisi tidur dia kali ini di sebelah kanan suaminya, padahal biasanya di kiri.
Pas baru melek… dia lihat ada tangan yang melingkar dari belakang suaminya, kayak lagi meluk gitu. Tangannya warnanya… merah. Merah darah. Dan pas dia fokusin matanya—astaga—di belakang suaminya ada sosok perempuan berambut panjang, mukanya merah banget, matanya juga merah, dan… dia senyum lebar ke arah Mbak Sisi. Seremnya bukan main.
Refleks, Mbak Sisi langsung nangis. Tapi anehnya, pikiran pertama yang muncul justru bukan "itu setan", tapi… “Jangan-jangan suami gue bawa perempuan lain ke rumah?” Gila, lagi ketakutan malah mikir gitu.
Suaminya yang kebangun karena tangisan Mbak Sisi langsung panik, nanya, “Ada apa, Dek?”
Tapi Mbak Sisi masih ketakutan dan cuma bisa bilang, “Tadi ada perempuan meluk kamu dari belakang…”
Suaminya lihat sekeliling, dan bilang, “Kamu mimpi, Dek… mimpi.”
Akhirnya mereka berdua tidur lagi. Tapi besok paginya, nenek suaminya cerita.
Katanya malam itu, dia lihat pocong gede banget berdiri di kamar. Tingginya sampai nembus atap. Nenek sempat manggil nama cucunya—suaminya Mbak Sisi—tapi nggak ada yang dengar. Nenek sempat melempar gelas ke arah pocong itu, dan pas dilempar… pocongnya hilang.
Yang lebih aneh lagi, waktu Mbak Sisi nangis histeris malam itu, ternyata nenek nggak denger sama sekali. Dan waktu nenek manggil cucunya juga nggak ada yang dengar. Padahal kamar mereka bersebelahan.
====
Dua minggu berlalu. Malam Jumat lagi, 26 Mei 2015. Sekitar setengah satu pagi, suami Mbak Sisi kebangun karena alarm—dia memang hobi nonton bola. Tanpa bangunin Mbak Sisi, dia keluar kamar.
Di dalam kamar, tiba-tiba telinga Mbak Sisi berdengung, kayak denger suara radio kehilangan sinyal. Dia kebangun, dan pas buka mata… astaghfirullah…
Ada dua kuntilanak.
Satu hitam, terbang di atas kamarnya. Satunya lagi putih, duduk di atas lemari, sambil ngayun-ngayunin kaki.
Mbak Sisi mau teriak, tapi nggak bisa. Suara nggak keluar. Badan kaku. Dia cuma bisa merem-melek sambil baca doa dalam hati. Lima belas menit. Dia lihat dua makhluk itu selama lima belas menit. Gimana rasanya coba?
Sampai akhirnya dia berhasil ngomong pelan, “Ibu…”
Dan pas kata itu keluar, bruk, kedua kuntilanak itu langsung lenyap.
Baru deh suara-suara di rumah kembali: suara TV, suara suami nonton bola, suara langkah kaki. Suaminya langsung masuk kamar dan nemuin Mbak Sisi udah nangis lagi. Tapi kali ini, Mbak Sisi cuma bilang dia mimpi buruk. Nggak berani cerita, takut suaminya panik.
Besoknya, dia minta pindah ke rumah orang tuanya aja. Suaminya setuju. Nenek juga setuju. Mereka akhirnya pisah rumah sementara.
Setelah pindah, suasananya jauh lebih tenang. Mbak Sisi bahkan sempat ngadain acara tingkepan, alias tujuh bulanan. Semua berjalan lancar.
Tapi malamnya, setelah acara selesai, suaminya cerita. Ternyata kamar yang mereka tempati di rumah nenek itu dulunya adalah kamar Pakdenya, yang sekarang kerja di luar negeri. Dan dulu, Pakde itu buka praktek dukun. Di situ tempat dia manggil roh, kirim santet, pelet, sampai pasang nomor togel.
Dan setelah Pakde pergi, tempat itu nggak pernah dibersihkan secara spiritual. Makhluk-makhluk itu kayak masih "numpang" di sana.
Ibunya Mbak Sisi yang denger cerita itu langsung panik. Kakaknya Mbak Sisi nyaranin agar suaminya panggil ustad untuk ruqyah. Dan setelah di ruqyah di pakai buat solawatan dan baca yasin bersama mengundang para warga.
Dan alhamdulillah… sejak itu rumahnya jadi tenang. Gangguan-gangguan berkurang drastis. Mbak Sisi juga masih tinggal di rumah orang tuanya sampai melahirkan.
Tapi yang menarik, sejak pengalaman itu, Mbak Sisi jadi lebih peka terhadap makhluk halus. Sering lihat penampakan, tapi sekarang udah terbiasa. Kadang cuma bilang, “Permisi,” atau senyum aja. Nggak takut lagi.
Jadi itulah kisah horor Mbak Sisi tentang bekas kamar praktek dukun yang ternyata menyimpan banyak mahkluk gaib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar