Kalau gue nyebut kata setan, yang pertama kali muncul di pikiran kalian tuh apa, coba?
Kalau gue... jujur, pocong sih. Tapi kalau disuruh milih yang paling nempel di kepala, yang bener-bener ngeri dan bikin gue gak bisa tidur... itu kuntilanak.
Gue gak tau ya, mungkin karena dari kecil udah dicekokin cerita-cerita serem soal kuntilanak, atau karena emang sosoknya tuh... serem banget. Tapi cerita yang satu ini beda, bre. Ini cerita tentang kuntilanak, tapi auranya tuh bener-bener kerasa beda dari semua cerita yang pernah gue tahu.
Jadi ini tuh kejadian yang di alami oleh takin. Orang yang tinggal di banyumas jawa tengah. Dan terjadi sekitar pada tahun 2012. dan cerita ini gue dapat dari forum diskusi. Jadi mari kita simak ceritanya.
------------------
takin ini cerita kejadian yang dia alamin di tahun 2012, waktu dia masih kuliah. Dia kuliah di daerah sekitar banyumas, tepatnya di purwokerto. Nah awalnya, takin ini ngekos di tempat yang cukup rame, tapi karena berisik dan gak nyaman, dia mutusin pindah.
Akhirnya dia dapet kosan baru yang cukup murah—Rp100.000 sebulan. Yah termasuk murah untuk tahun 2012 di purwokerto. apa lagi deket banget sama kampusnya. Jadi hemat bensin, dan bentuknya tuh rumah gitu. Jadi bukan cuma kamar doang, tapi ada ruang tamu, dapur, sama kamar tidur. Wajar lah kost murah.
Waktu dia datang pertama kali, rumah itu udah kosong selama 3 bulan. jadi dia jadi penghuni satu-satunya di kost itu, dan ya kotor, debuan, berantakan. Dia minta ke ibu kosnya biar rumahnya dicat ulang. Dan untungnya, dicat juga tuh.
------------------
Di hari pertama, takin udah ngerasa ada yang aneh. Aura rumah itu tuh... creepy banget, terutama kamar mandinya.
Kamar mandinya tuh posisinya di samping dapur, dan airnya masih pakai pompa tangan. Jadi kalau mau mandi, ya dia harus mompa dulu air ke bak. Belum lagi lampu di seluruh rumah cuma lampu kuning 10 watt yang remang-remang, jadi makin suram suasananya.
Malam pertama, setelah seharian capek beberes dan main game sebentar di laptop, takin masuk ke kamar. Kamarnya tuh enggak ada pintunya, cuma pakai gorden yang langsung tembus ke ruang tengah. Lo kebayang gak sih tidur di kamar kayak gitu?
Sekitar jam dua malam, takin kebangun. Dia denger suara cewek... nangis.
Dia duduk, coba dengerin baik-baik. Suaranya pindah-pindah, kadang jauh, kadang deket. takin mikir, "Ah... paling tetangga sebelah berantem kali, suami-istri."
Dia balik tidur. Besok paginya dia ke warung, sekalian beli lampu baru dan kenalan sama tetangga-tetangga. Karena gak ada jadwal kuliah, dia beberes kosan lagi.
------------------
Nah, malam keduanya... habis makan malam, dia main game lagi sebentar. Jam sebelasan dia tidur, tapi sekitar jam dua pagi... kebangun lagi. Dan lo tau apa yang bikin dia bangun? Suara cewek nangis... lagi.
Kali ini, takin mulai ngerasa aneh. Dalam hati dia mikir, "Kok ini tangisan kayak dijadwal gitu ya? Tiap malam jam segini terus?"
Tapi yang bikin dia makin gak enak, suara tangisannya tuh sekarang kedengeran deket banget sama dia.
Dia bangun, jalan ke ruang tengah, berdiri di sana sambil dengerin. Coba nebak-nebak arah suara itu. Tapi begitu suara tangisannya tiba-tiba berhenti... dia malah makin merinding.
Kayak... kok sepi banget, gitu.
Dan tiba-tiba, takin jadi pengen ke kamar mandi, ya biasa lah, mau buang air. Tapi pas dia jalan ke arah kamar mandi... tiba-tiba aja pintunya kebuka sendiri. Waduh, dia langsung ngerasa agak nggak enak. Tapi ya udahlah, dia tutup lagi tuh pintu kamar mandi, balik ke kamar.
Baru juga dia mau rebahan... eh, suara itu muncul lagi. Suara cewek nangis. Dan rasanya tuh kayak dari ruang tengah. takin diem dulu, fokus dengerin. Dia mikir, "Ini beneran suara cewek nangis atau gue yang halu sih?"
Akhirnya dia keluar, pelan-pelan ke ruang tengah. Dia nyalain lampu, ngecek... tapi kosong. Nggak ada siapa-siapa. Ya udah, balik kamar, tidur.
------------------
Besoknya, sekitar jam sembilan malam, takin baru pulang ke kosan habis belajar kelompok sama temen-temennya. Nah, setelah mereka semua pulang, takin sendirian tuh di rumah kontrakannya.
Dia main game dulu, biasa lah, sampai jam dua belas malam. Baru deh dia ketiduran. Tapi kayak udah jadi rutinitas ya, jam setengah tiga pagi, dia kebangun lagi.
Dan kali ini, yang bikin dia bangun tuh suara air... suara keran ngalir ke ember dari dalam kamar mandi. Terus... ada suara orang mompa juga. Kayak, "nyit, nyit, nyit" gitu, suara tuas pompa sumur yang lagi ditarik-tarik.
Dia diem, dengerin. Pengen mastiin, ini beneran atau cuma halu. Dia liat jam, dan ternyata udah jam 02.35 pagi. Dia mikir, "Siapa coba yang mandi jam segini? Lagian, gue juga kan tinggal sendiri di sini..."
Pelan-pelan, dia bangun, jalan ke arah belakang. Makin deket ke kamar mandi, makin jelas suara pompanya.
Akhirnya, dia dorong tuh pintu kamar mandi pelan-pelan. Dan dia lihat... tuas pompanya keangkat ke atas.
Nah, ini aneh. Karena pompa itu rusak. Harusnya tuasnya selalu dalam posisi ke bawah. Dan kalau nggak dipake, ya mana mungkin tuasnya keangkat sendiri.
takin cuma berdiri di depan pintu. Dan tiba-tiba... badannya kaku. Nggak bisa gerak.
Dia nge-freeze. Diam di tempat. Dan... BRAK! Tuas pompanya jatuh sendiri ke posisi bawah.
takin kaget, langsung mundur, nutup pintu kamar mandi. Tapi karena kaget dan kesel, dia malah nendang pintu itu sambil ngomel-ngomel, terus balik ke kamar.
------------------
Nah, di malam keempat, takin ini sengaja nggak cerita apa-apa ke temen-temennya soal kejadian yang dia alamin semalam.
Soalnya malam itu temen-temennya mau datang ke kosan, nongkrong. takin mikir, "Kalau gue cerita, bisa-bisa mereka pada ogah ke sini lagi."
Akhirnya mereka ngumpul, ngobrel, gitaran, becandaan. Baru pada pulang tuh jam dua belas malam.
Dan malam itu, takin mutusin buat... nggak tidur. Dia pengen buktiin sendiri. Pengen lihat makhluk apa yang selama tiga malam ini gangguin dia.
Dia pura-pura tidur, rebahan di kamar. Lampu ruang tengah dimatiin, dan gorden yang biasa nutupin kamar dia, digulung, diiket, jadi dia bisa lihat langsung ke ruang tengah.
Jam sebelas... jam dua belas... jam satu... sampai jam dua lewat... nggak ada apa-apa. Nggak ada suara tangis, nggak ada penampakan.
Akhirnya dia nyerah, ngantuk juga, mau tidur. Tapi baru aja mau merem... tiba-tiba... JRRENGG!
Gitar di ruang tengah bunyi keras.
Padahal gitar itu disenderin ke tembok. Tapi sekarang... jatuh ke lantai.
Refleks, takin lempar bantal ke arah suara, terus dia berdiri, jalan ke ruang tengah.
Dia marah. Teriak, "HEH! LU MAU APA?! MAKSUD LU APA?! KALAU LU MAU TINGGAL DI SINI, YA SILAKAN! TAPI JANGAN GANGGU GUA BANGSAT!"
Tapi... nggak ada jawaban. Hening.
Udah, malam itu lewat.
------------------
Besoknya, siang-siang, takin pulang kuliah. Dia janjian sama temen-temennya buat nugas bareng di kosan.
Sore, jam tujuh malam, temen-temennya datang. Setelah tugas beres, mereka ngobrel di ruang tengah.
Kayak biasa, rame. Bercanda, main perang kos kaki, pokoknya heboh.
------------------
Jam sembilan malam, mereka mulai siap-siap tidur. Delapan orang tuh.
Tiga orang tidur di kamar takin, lima orang lainnya, termasuk takin, tidur di ruang tengah...
Nah, malam itu tuh teman-temannya takin yang di dalam kamar masih aja pada bercanda. takin udah ngingetin berkali-kali, “Udah dong, jangan berisik…” Gak enak juga kan sama tetangga, apalagi... ya, takutnya sosok yang suka gangguin dari arah kamar mandi itu marah.
Tapi ya mereka nggak tahu apa-apa, cuman takin sendiri yang tahu soal gangguan itu. Makanya dia cuma bisa suruh diem, jaga-jaga aja gitu... takutnya ada apa-apa.
takin ini beberapa kali nengok ke arah kamar. Tapi temen-temennya malah makin kenceng ketawa-ketawanya. Dalam hati, dia udah mulai panik. “Aduh, jangan sampe penghuni kamar mandi itu marah…”
Udah, akhirnya dia bangun. Mau ke arah kamar mandi. Baru sampai di depan pintu, tiba-tiba... ada angin dingin banget yang nyamber ke badannya. Sampai dia langsung mual, pengen muntah.
Dia nyender ke pintu kamar mandi, terus teriak ke arah kamar, “Udah lah, jangan berisik!”
Baru aja dia ngomong gitu, salah satu temennya tiba-tiba lari keluar dari kamar, panik banget. takin ikut lari, nyalain lampu kamar. Temen-temen yang lain langsung pada ngikutin dia, berdiri di belakang, bingung.
Dan lu tahu nggak... di situ takin ngeliat salah satu temennya di dalam kamar itu lagi berdiri dengan mulut nganga. Kayak orang dicekik gitu. Mulutnya ngomong tapi gak jelas, kayak orang gagap. Matanya melotot... bener-bener serem.
Itu dia sendirian, berdiri di situ. takin langsung samperin, buru-buru. Dia suruh temennya yang lain ambilin segelas air. Terus dia bacain ayat kursi tiga kali ke kuping kanan temennya itu, dan bacain surat Al-Falaq sama An-Nas tiga kali ke air yang dibawa.
Air itu dia minumin ke temennya yang kesurupan itu. Terus dia usapin juga ke mukanya.
Sumpah, semua temennya takin itu diem. Nggak ada yang berani gerak. Pada saling pandang, panik tapi bingung mau ngapain.
Untungnya, nggak lama... temennya itu sadar. Terus duduk lemas, nyender ke tembok.
takin langsung bilang ke semuanya, “Gue udah bilang kan... jangan ribut. Sekarang lu ngerasain sendiri, kan?”
------------------
Besok paginya, pas jam kuliah, takin ngobrel sama temen-temennya. Mereka sepakat buat ngadain yasinan sekalian syukuran di kosan itu. Ya biar siapa pun yang ‘nempatin’ tempat itu juga gak ganggu lagi.
Dan bener aja, abis itu gak ada gangguan apa-apa lagi.
Tapi ya... emang tempat kayak gitu sih, harus didoain dulu. Diberesin dulu. Tapi yang bikin penasaran... itu kan berarti dari kemarin sosoknya gak pernah kelihatan ya?
Tapi lu tahu lah, kalau udah denger suara tangisan cewek... ya udah pasti tahu dong itu siapa. Kuntilanak, bre.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar