Rabu, 07 Mei 2025

PODCAST HOROR KAMPUS ANGKER BEKAS KUBURAN

 cerita ini kiriman dari pendengar setia kita. Yang namanya dan lokasi minta di privasi. Jadi kita sebut saja dia diki. Kejadian ini terjadi pada tahun 2013 sampai 2016 di salah satu kampus di surabaya. Dan ini adalah kumpulan kisah horor di kampus itu. Jadi mari kita simak ceritanya.

-----------------------

Jadi gini ya, cerita ini sebenernya kumpulan pengalaman horor gue dan temen-temen selama kuliah. Bukan cuma pengalaman pribadi gue doang, tapi digabungin juga sama cerita temen-temen yang ngalamin kejadian aneh di kampus. 

Kata warga sekitar, sebelum kampus itu dibangun—sekitar 25 tahun sebelumnya—lokasinya adalah lahan kuburan Cina yang cukup luas. Bahkan, katanya, salah satu pemakaman Cina terbesar di Asia Tenggara itu ada juga di pulau yang sama, walaupun beda lokasi. Jadi ya, bisa dibilang areanya punya ‘jejak sejarah’ yang cukup kental lah ya.

-----------------------

cerita pertama. Pas gue masih semester satu, gue belum tahu kalau ternyata kampus itu cukup "angker". Malem-malem suasananya beda. Penerangan nggak cukup bikin nyaman, malah bikin was-was. Nah, suatu malam, gue sama temen gue, bayu, ngerjain laporan di kantin. Kita emang sengaja ke kampus karena di kosan nggak ada meja, dan sekalian numpang WiFi. Waktu itu internet masih susah, jadi kampus jadi tempat andalan.

Sekitar jam 9 malam, kita udah di kantin. Lagi fokus ngerjain laporan, tiba-tiba gue denger suara gong. Awalnya gue pikir bayu nyetel musik terlalu kenceng. Tapi pas gue minta dia matiin lagu, suara gong itu masih kedengeran. Nggak cuma gue, bayu juga denger.

Nggak lama, kita juga denger suara kayak cewek nangis, sayup-sayup dari arah lorong deket aula. Awalnya kita debat, gue bilang itu suara senandung, bayu bilang nangis. Akhirnya karena penasaran dan mulai nggak enak, kita sepakat matiin lagu. Tapi suasana makin aneh. Sekitar 10–15 menit kemudian, suara cewek nangis itu makin jelas, dan kali ini gue liat sesuatu dari ujung lorong.

Hantunya muncul perlahan. Jelas itu setan kunti. iya setan kunti. Gue langsung nutup laptop, ngajak bayu cabut. Kita lari ke motor, yang kita parkir di depan kantin. Pas lari, suara nangis itu masih kedengeran. Gue sempet nengok ke arah lorong, tapi nggak kelihatan apa-apa lagi.

-----------------------

cerita ke 2. Jadi bengkel kampus gue tuh ada satu sektor namanya “tool crib”. Di situ ada lonceng besar yang biasa dipake buat penanda jam istirahat, mulai atau selesai praktek. Temen-temen gue yang sering nongkrong di kampus, si sinta dan mega, sering denger lonceng itu bunyi... padahal udah malem dan nggak ada orang di bengkel. Mereka sampe penasaran dan datengin bengkelnya. Tapi pas sampe, pintu digembok. Rantai gede banget kayak rantai kapal, jadi jelas nggak mungkin ada orang masuk. Jadi jelas pasti itu yang ngebunyiin ya setan. Siapa lagi kalau bukan setan.


-----------------------

cerita ke 3 Jadi dulu tuh, fingerprint buat absen di bengkel tuh khusus dosen, letaknya di pintu belakang. Area situ agak ke tengah, deket sektor lonceng. Nah, sektor lonceng ini lumayan sentral, di tengah-tengah bengkel. Abis sektor lonceng, ada mesin inkjet, terus di belakangnya meja bubut.

Nah Waktu itu lagi rame, kita lagi asik kerja. Tiba-tiba lonceng bunyi sendiri. Suaranya keras, nyaring banget. Posisi aku lagi ngarah ke fingerprint, terus noleh ke arah lonceng. Gila, pemukul loncengnya masih ngegantung rapi di samping, tapi loncengnya goyang sendiri. Kayak ada yang mukul, tapi nggak ada orang. Itu pasti setan itu. 

-----------------------

Cerita ke 4. Nah, itu belum seberapa. Dulu pas semester akhir, kita ngerjain tugas akhir. Temanya rata-rata rancang bangun mesin. Jadi, dari nol sampai jadi. Aku ngerjain di sektor paling ujung bengkel, bareng beberapa temen. Kita biasa ngerjain sampai malam, kadang sampai jam 10. Tapi aturan kampus, jam segitu udah harus bubar. Dosen jaga pun udah nyuruh beres-beres.

Nah, waktu itu kita mau ke loker, posisinya deket gerbang masuk bengkel. Di tengah bengkel itu banyak mesin. Di samping-sampingnya ada ruangan-ruangan, kayak ruang dosen, ruang briefing, ada juga ruang mesin khusus yang pakai pendingin. Nah, ruang-ruang ini sebagian dindingnya kaca, dan ada tirai yang kadang dibuka, jadi bisa kelihatan dalamnya.

Waktu kita jalan rame-rame ke depan, tiba-tiba si anto yang jalan duluan teriak, "Anjir!" Dia panik banget. Kita langsung nanya, "Kenapa?" Dia bilang, di salah satu ruangan yang kacanya setengah tembok itu, ada muka cewek nempel di kaca, senyum lebar. Putih pucat mukanya, dan senyumnya lebar banget, kayak bukan manusia. Ya jelas bukan manusia lah. Gue yakin itu setan kuntilanak. 

-----------------------

cerita ke 5. Aku sendiri juga pernah ngalamin kejadian yang parah. Waktu itu lagi jam istirahat, aku lupa dompet ketinggalan di tas. Jadi balik lagi ke bengkel. Pas sampai di dalam, aku denger bisikan jelas banget di telinga. Suaranya deket, tapi nggak jelas ngomong apa. Aku pikir, "Ah, mungkin cuma halusinasi."

Tapi pas nyampe loker, aku liat dari kejauhan di ruangan CNC yang lampunya mati, ada sosok putih berkelebat dari satu mesin ke mesin lain. Gerak-geraknya makin lama makin deket ke arahku. Jantungku udah dag-dig-dug. Pas sosok itu makin jelas, ternyata... dia berhenti di kaca, dan aku liat sosok setan kepala putih tanpa badan. Gede banget, nempel di kaca, senyum. Aku langsung gemeteran. Itu pertama kalinya aku lihat kepala buntung jir. 

Tapi yang paling bikin shock... pas aku buka loker dan mau ambil dompet, bukannya tas yang kulihat... tapi kepala cewek! Penuh darah, mulutnya morat-marit, matanya terbuka lebar. Dan... kepala itu yang teriak! Aku langsung pingsan. Bangun-bangun udah ditarik sama temen-temen, tangan masih gemeteran. Bener-bener pengalaman yang nggak bakal aku lupain seumur hidup. Bener-bener nih kampus angker banget.

-----------------------

cerita ke 6

Setelah kejadian itu, aku demam beberapa hari. Badan sakit semua. Tapi ternyata, bukan cuma aku yang ngalamin hal aneh di bengkel itu.

Ada juga kejadian yang menimpa salah satu dosen, kita sebut aja Pak gunawan. Beliau lagi ngasah pahat bubut di mesin gerinda di ruang logistik. Tiba-tiba, tanpa sadar, dua jari beliau terpotong. Dan yang anehnya... beliau nggak ngerasa sakit sama sekali. Baru sadar pas darah udah muncrat kemana-mana. Katanya, waktu itu beliau kayak "kesambet", nggak sadar apa-apa.

Waktu ngajar juga, beliau tetap biasa aja, seolah nggak ada apa-apa. Tapi setelah cerita itu nyebar, banyak yang mulai percaya kalau bengkel itu emang nggak beres. Emang angker.

-----------------------

cerita ke 7

Belum lagi cerita dari temen gue,namanya wisnu. Dia pernah minta tolong dosen muda yang akrab sama mahasiswa, kita samarin aja namanya Pak burhan, buat ngeprint dokumen. Nah, kejadian setelah itu juga nggak kalah seram...

Waktu itu ada temen yang mau ngeprint tugas... tapi nggak ada printer di kosan, dan di daerah situ susah nyari tempat print, kayak warnet gitu. Jadi akhirnya dia minta tolong buat ngeprint di ruang kerjanya Pak burhan, salah satu dosen. Soalnya di situ ada printer.

Nah, ruang kerja Pak burhan ini letaknya di ujung bengkel las, di bagian yang agak terpencil gitu... jadi bukan ruangan yang sering dilewati orang. Mereka berangkat ke kampus sekitar jam 12 malam. Pinjam kunci bengkel ke satpam, terus masuk ke ruangannya.

Begitu masuk bengkel, suasananya tuh udah beda. Sepi, dingin, berasa kayak bukan di dunia nyata. Tapi ya udahlah, mereka jalan terus ke ruang kerja Pak burhan buat ngeprint. Mulai ngeprint... eh ternyata file-nya banyak banget. Print-nya lama banget selesainya.

Nah pas lagi nunggu, pintu ruangan yang awalnya ketutup... tiba-tiba kebuka sendiri. Kayak didobrak dari luar, padahal posisi mereka tuh di dalem dan nggak ada siapa-siapa di luar. Mereka sempet debat tuh, kayak "Jangan parno, mungkin angin," gitu kan...

Tapi belum sempat tenang, tiba-tiba... ada sosok cewek pakai baju putih lewat di depan ruangan. Jalan pelan, santai, tapi padahal itu jam 12 malam, dan lokasi itu tuh bener-bener sepi. Nggak mungkin ada dosen perempuan di situ.

Mereka berdua liat jelas. Cewek itu bukan bayangan, bukan samar. Solid. Jelas. Dan dua-duanya ngelihat hal yang sama. Wajahnya dingin... kayak kuntilanak. Dan setelah di cermati ya bener itu setan kuntilanak. Mereka langsung panik. Gemetaran. Nggak berani ngecek keluar. Sampai akhirnya mereka mutusin buat kabur.

-----------------------

cerita ke 8

Lanjut ke cerita lain. Ini cerita dari seorang mahasiswa yang dulu kuliah di kampus yang sama. Dulu tuh belum ketat peraturannya, jadi masih bisa aktivitas di kampus sampai malam. Nah, di kampus ini ada sistem yang namanya "kompensasi jam". Jadi kalau kamu absen, sakit, atau izin lomba, jam kuliah kamu harus diganti.

Waktu itu, tinggal dua minggu lagi sebelum libur semester. Karena pengen libur lebih awal, mereka ngumpulin semua jam praktik di satu minggu penuh. Jadi mereka praktek dari pagi sampai tengah malam. Salah satunya praktik desain yang jadwalnya sampai jam 2 pagi.

Tempat praktiknya ada di kelas paling ujung, gede, dan waktu itu lagi hujan gede. Kilat, petir, angin kenceng... suasananya udah horor banget. Nah, di tengah kebisingan itu, tiba-tiba... pintu kelas yang modelnya geser—yang dari kaca—kebuka sendiri. Bukan pelan, tapi kebanting. Kayak ada yang dari luar dorong kuat banget.

Mereka semua, satu kelas, sekitar 23 orang, langsung nengok ke pintu. Dan saat itu juga, muncul sosok perempuan berbaju putih. Yah teat sekali hantu kuntilanak. Bajunya kayak zaman dulu. Dia... terbang. Bukan jalan. Terbang dari luar, berhenti sebentar di depan pintu, terus... melayang pergi. Pintu ketutup sendiri.

Semua mahasiswa langsung bubar. Nggak peduli masih ada waktu praktik, langsung pada pulang. Gila gak tuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

50 Random Post