Minggu, 04 Mei 2025

PODCAST HOROR PENAMPAKAN SETAN DI MUSEUM LUBANG BUAYA

Cerita kali ini gue dapat dari seorang yang bernama danu. Dia adalah orang asli daerah situ. Yah rumahnya deket lokasi kejadian. Yah tepat sekali di sekitar museum lubang buaya. Dan kejadian ini tuh terjadi pada tahun 2019 dan waktu kejadian si danu ini masih kelas 3 smp. Terjadi di lubang buaya tempat dimana kita pernah ngunjungi waktu study tour pas sekolah dulu. Bahkan gue yang orang purwokerto saja. Study tournya juga ke sana waktu smp. Okay mari kita simak ceritanya.

------------------

si danu ini emang beneran anak asli daerah situ. Dari lahir sampai sekarang, dia masih tinggal di sekitaran Lubang Buaya. Dan dari kecil, danu tuh udah sering banget denger cerita-cerita horor soal museum itu. Mulai dari tetangganya yang ngaku pernah lihat penampakan setan, sampai ada pengunjung yang kesurupan. Banyak lah pokoknya.

Tapi nih ya, setelah bertahun-tahun tinggal di sana dan cuma jadi pendengar cerita, akhirnya danu ngalamin sendiri kejadian yang selama ini dia takutin. Dan kejadian itu bikin dia enggak bisa tidur berhari-hari, karena saking seremnya.

------------------

jadi waktu liburan. omnya danu main ke Jakarta, sekalian mampir ke rumah danu. Omnya ini bawa anak kecil, cowok, umur sekitar 6 tahunan. Kita sebut aja namanya anto.

Dari awal dateng ke rumah, si anto udah ngerengek pengin jalan-jalan. Tapi orang tuanya kelihatan capek banget, jadi enggak bisa nemenin. Karena kasihan, akhirnya danu bilang, "Udah deh, gue aja yang ajak jalan-jalan."

Dan karena anto belum pernah ke Museum Lubang Buaya, danu ngajaklah dia ke sana. Waktu itu juga udah sore, mau masuk waktu magrib, jadi dia pikir museum pasti udah mulai sepi. Bisa jalan-jalan santai, lah.

Nah, danu ngajak anto masuk lewat pintu belakang. Kebetulan pintu itu dijaga sama tetangga kampungnya sendiri, jadi bisa masuk gratis.

------------------

Awalnya sih biasa aja. anto kelihatan seneng banget. Tapi lama-lama, danu mulai ngerasa ada yang aneh. Dia lihat anto kayak lagi main sama seseorang... padahal jelas-jelas di situ cuma mereka berdua. Sepi banget.

danu diem aja, ngelihatin anto lari ke sana ke mari. Tapi yang bikin makin aneh, tangan anto itu... kayak keangkat miring gitu. Kayak... kayak lagi digandeng sama orang yang enggak kelihatan.

danu masih nyoba buat enggak mikirin yang aneh-aneh. Tapi tiba-tiba, dia denger suara teriakan anak kecil dari kejauhan. Suaranya jelas... itu suara anto.

Waktu itu udah deket-deket magrib. danu langsung panik dan lari nyari keponakannya. Dan pas ketemu... anto udah berdiri kaku, bengong, enggak gerak, persis di depan sumur Lubang Buaya.

danu langsung lari ke sana, ngangkat anto, terus buru-buru bawa pulang. Tapi anehnya... makin jauh mereka dari museum, makin kenceng juga tangisannya anto.

anto cuma teriak-teriak minta tolong. Terus dia bilang... dia lihat cewek cantik, tapi bajunya compang-camping, penuh darah... Dan cewek itu... pelan-pelan lompat ke dalam sumur kecil itu.

Dan yang bikin merinding... waktu danu bawa anto pergi, dia nyium bau darah. Bau darah busuk. Sampai di rumah, anto langsung dimandiin. Tapi kata danu... bau darahnya masih nempel. Busuk banget, kayak darah lama yang udah enggak bersih.

Enggak lama setelah itu, anto udah enggak nangis lagi. Tenang. Tapi danu jadi mikir... mungkin emang bener ya, anak kecil itu lebih peka sama hal-hal yang enggak kasat mata...

------------------

Nah, setelah kejadian itu... malamnya, saudara danu langsung pamit. Katanya mau lanjut mampir ke rumah saudara yang lain sekalian mumpung lagi di Jakarta. Tapi yang bikin aneh nih ya... yang awalnya ngelihat sosok itu kan si anto, keponakannya. Tapi justru malam itu, danu yang ngerasa kayak ketempelan sesuatu.

Badannya tiba-tiba pegal semua. Rasanya linu, terus demam ringan gitu. danu nggak bisa tidur sama sekali malam itu. Dia coba cari obat di rumah, tapi ya apes… semua stok obat ternyata habis. Akhirnya, mau nggak mau, danu keluar rumah pelan-pelan buat beli obat ke warung.

Buat gambaran aja ya, rumah danu tuh lokasinya bener-bener deket banget sama Museum Lubang Buaya. Cuma dibatasin tembok tipis aja. Dan emang dari dulu sih katanya kampung itu dikenal angker. Tapi danu selama ini cuek aja. Malam itu juga dia tetap jalan santai ke warung.

------------------

Nah, pas lagi jalan... dari kejauhan, dia denger suara klakson. Kenceng banget, bener-bener ngasal, dan ganggu banget suaranya. Tapi anehnya, enggak ada satu pun warga yang keluar rumah. Kayak enggak ada yang ngerasa ada suara apa-apa.

danu tetap lanjut jalan, berusaha fokus biar cepet nyampe warung. Tapi suara klakson tadi makin kenceng. Dan kedengarannya kayak masuk ke area museum. Entah kenapa, danu jadi punya perasaan was-was. Kayak ada yang nggak beres di dalam sana.

Akhirnya dia mulai deketin pintu masuk museum. Dan pas makin dekat, dia mulai denger suara bruk bruk bruk… kayak suara langkah sepatu boots, baris-baris gitu. Lama-lama makin jelas suaranya.

------------------

Dan ya Allah… waktu danu ngelihat ke arah bangunan museum, dia ngelihat barisan panjang orang… jalannya tegap kayak tentara. Tapi yang kelihatan cuma bagian kaki doang! Dari paha ke bawah. Enggak ada badannya. Gila gak tuh.

Barisan itu terus jalan, arahnya jelas banget… menuju sumur Lubang Buaya.

danu yang udah panik, langsung pengin kabur. Tapi pas dia baru balik badan, dari dalam museum tiba-tiba kedengeran suara cewek teriak kenceng banget. Suaranya nyaring, minta tolong.

danu jadi khawatir. Dia takut ada orang yang beneran kesusahan di dalam. Akhirnya dia mutusin buat masuk ke area museum itu. 

Dia jalan pelan, fokus ke arah sumber suara tadi. Tapi sepanjang jalan, dia terus-terusan denger suara bisikan lirih banget. Suara cewek, kayak kesakitan, bilang, "Tolong, Mas… tolong…"

------------------

Dan bener aja… pas sampai di depan sumur, danu ngelihat sesuatu yang enggak bakal dia lupain seumur hidup. Di sekeliling sumur, ada banyak banget setan. Lagi muterin sumur. Tapi ya itu tadi… yang kelihatan cuma kakinya doang. Celana kayak tentara zaman dulu, sepatu boots-nya udah rusak, udah usang.

Dan di situ danu baru percaya… kalau anto nggak ngarang.

Karena, dari arah sumur, dia ngelihat sosok perempuan. Cantik. Kulit putih, rambutnya bondol, tapi pirang. Bajunya kayak gaun Eropa zaman dulu, yang ada renda-rendanya gitu.

Tapi makin lama... sosok itu berubah. Gaunnya jadi robek-robek, kayak abis dicambuk. Wajahnya mulai ngelupas, merah banget… kayak daging segar. Darahnya ngalir dari berbagai bagian tubuhnya. Sampai akhirnya, bentuk tubuhnya udah enggak karuan. Serem banget.

Dan parahnya lagi... sosok itu ngulurin tangan ke arah danu.

Tiba-tiba… DOORR! Kedengeran suara tembakan. Kenceng banget.

------------------

Setelah suara tembakan itu, danu ngelihat kejadian yang sama persis kayak yang diceritain keponakannya: perempuan itu, dalam kondisi penuh darah, pelan-pelan lompat masuk ke sumur Lubang Buaya.

Dan di situ… danu beneran ketakutan setengah mati.

Dan akhirnya, gantian… sekarang danu yang lari terbirit-birit dari situ. Nangis kenceng, persis kayak keponakannya pas sore itu. Dia udah nggak peduli lagi sama suara langkah sepatu boots yang ngikutin dia dari belakang. Yang penting buat dia saat itu cuma satu: cepet-cepet kabur, balik ke rumah malam itu juga.

------------------

Beberapa hari setelah kejadian itu, danu bener-bener ngurung diri di kamar. Ketakutan parah. Dia juga sempet demam beberapa hari. Jadi yaudah, dia mutusin buat istirahat total aja di rumah, nggak ke mana-mana.

Nah, pas akhirnya danu udah sembuh, dia sengaja nyamperin salah satu tetangganya. Tetangganya ini kebetulan emang kerja jadi penjaga di Museum Lubang Buaya. danu cerita dong, semua yang dia alamin waktu itu. Mulai dari suara, penampakan, sampai sosok cewek yang lompat ke sumur.

------------------

Dan ternyata… apa yang dia lihat itu bukan hal baru.

Kata tetangganya, sosok perempuan itu udah sering banget dilihat sama orang-orang, bahkan sama warga sekitar juga. 

Tapi yang bikin ngeri, ternyata sejarah yang berkaitan sama sosok ini tuh masih banyak yang nggak diketahui, bahkan sama warga lokal sekalipun. Jadi kayak, hal-hal kelam yang pernah terjadi di sana, bisa aja belum semua terungkap.

Gue tuh awalnya mikir ya, yang sering digangguin sama penampakan-penampakan di Museum Lubang Buaya itu cuma orang-orang dari luar daerah aja. Kayak anak-anak studi tour, pengunjung, turis, gitu-gitu lah ya.

Ternyata, warga sekitar situ juga… kena. Cuk. Gila gak tuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

50 Random Post