Cerita ini berasal dari Tias, yang asalnya dari Kota Bontang, Kalimantan Timur. Ceritanya hampir membuatnya dijadikan tumbal, dan yang lebih gila lagi, ayah kandungnya sendiri yang mencoba menjadikannya tumbal. Sungguh sadis, kan? Ini cerita dimulai pada tahun 2015, ketika usia Tias masih sangat kecil, belum genap 5 tahun. Waktu itu, Tias sangat suka bermain dengan boneka Hello Kitty.
----------------
Kejadian horor pertama kali muncul ketika Tias merasa susah buang air besar. Ternyata, ada yang mengganjal di dalam perutnya. Menurut kakeknya, yang mengganjal itu adalah sosok yang mengikuti Tias. Sosok itu berwujud kaki hitam besar berbulu, matanya merah, dan lidahnya panjang sekali. Yah itulah sosok genderuwo.
----------------
Beberapa tahun kemudian, Tias diajak tantenya untuk menginap di rumah tantenya. Itu mendekati tahun baru, dan Tias menginap di sana bersama sepupu-sepupunya. Tiba di sana sekitar siang hari, yang merupakan hari Kamis. Begitu sampai, Tias langsung merasakan hawa yang tidak enak, sedikit merinding, meski saat itu dia belum begitu paham perasaan merinding itu.
Malamnya, saat malam Jumat, Tias yang sudah agak besar masih suka bermain dengan boneka Hello Kitty-nya. Di malam itu, dia bermain sendirian di kamar, tiba-tiba mendengar suara ketokan pintu dan seseorang memanggil namanya, “Tias… Tias…”
Tias keluar sambil membawa bonekanya. Ternyata suara ketokan itu berasal dari pintu depan rumah tantenya. Namun, tidak ada siapa-siapa di luar. Rumah itu sepi karena semua orang sudah tidur. Tias pun membuka pintu rumah tantenya perlahan. Begitu pintu terbuka, Tias terkejut. Di depannya, ada sosok perempuan dengan rambut panjang, mengenakan baju putih yang kotor dan lusuh, berdiri menatapnya. Yah itulah sosok kuntilanak yang di lihat oleh tias.
----------------
Tias terkejut, tetapi malah berteriak dengan senang. Mungkin karena ia masih anak kecil, ia tidak merasa takut dan bertanya, “Hai, kamu siapa?” Sosok itu tidak menjawab, malah berbalik dan menatapnya. Tias melihat dengan jelas bahwa mata sosok itu hitam pekat, senyumannya lebar, dan rambutnya sangat panjang, sampai menyentuh tanah.
Tias terdiam, tidak bisa bergerak. Sosok itu terbang mendekat, seolah ingin mengajaknya terbang bersama boneka Hello Kitty. Namun, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama tantenya, dan setelah itu, Tias langsung pingsan. Ia tidak ingat apa-apa lagi.
----------------
Ketika Tias terbangun, ia diceritakan bahwa ternyata kuntilanak yang dilihatnya itu adalah tetangga ibunya, seorang pria yang rumahnya dekat dengan rumah tantenya. Pria itu melihat Tias bersama kuntilanak itu dari jauh dan langsung berteriak memanggil nama tantenya, mungkin untuk membantu. Namun, karena takut, yang bisa dilakukannya hanya berteriak.
Kemudian, beberapa hari setelah kejadian itu, pada malam tahun baru sekitar pukul 12 malam, keluarga Tias sedang bakar-bakar jagung di halaman rumah tante. Tiba-tiba, Tias melihat sosok perempuan dengan rambut panjang, baju putih lusuh, yang jelas-jelas seperti kuntilanak, melukis pohon pisang di sekitar rumah tantenya. Sosok itu terus menatap Tias dari balik pohon pisang. Tias terkejut dan berteriak. Segera keluarganya membawanya ke kamar, panik dan khawatir dengan apa yang baru saja terjadi.
----------------
Setelah kejadian itu, Tias masih sangat ketakutan. Di kamar, dia terisak-isak, merasa cemas. Namun, karena di sekelilingnya sudah ada keluarganya, dia akhirnya bisa mengeluarkan ketakutannya. Tias masih teriak-teriak, tak henti-hentinya terbayang wajah sosok kuntilanak itu. Akhirnya, neneknya pun membacakan doa untuk menenangkan Tias. Setelah didoakan, Tias mulai tenang, dan bayangan sosok itu perlahan menghilang dari pikirannya.
Dari situ, keluarga Tias akhirnya tahu bahwa Tias memiliki kemampuan indigo. Dia bisa melihat mahluk gaib. Selama menginap di rumah tantenya, Tias sering berbicara sendiri dan bermain sendirian, hal yang mungkin semakin membuat keluarganya yakin bahwa dia bisa melihat hal-hal gaib. Seperti hantu dan setan.
----------------
Setelah didoakan oleh neneknya, Tias merasa sedikit lebih tenang dan berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja. Namun, malam terakhir sebelum Tias kembali ke desanya, kejadian horor kembali terjadi. Saat Itu sudah malam, semua orang sudah tidur. Tias terlelap dalam tiduran, namun tiba-tiba ia terbangun dalam mimpi yang sangat nyata. Dalam mimpi itu, dia berada di depan pintu, dan tiba-tiba muncul arwah besar dengan badan hitam, berbulu, matanya merah, dan lidahnya yang panjang menjulur ke arahnya. Tias teriak sangat keras, dan akhirnya dia terbangun, basah kuyup dengan keringat dan air mata karena menangis.
Setelah itu, keluarga Tias memberi tahu bahwa di dekat rumah tantenya memang ada kuburan seorang perempuan yang mati bunuh diri. Mungkin arwah itu muncul karena Tias menarik energi dari arwah tersebut. Namun, soal setan besar hitam itu, Tias masih belum tahu siapa dia.
----------------
Tias juga diceritakan bahwa setan itu pernah mengikuti dirinya sejak kecil, bahkan sebelum ia lahir. Hal ini membuat keluarga Tias memutuskan untuk membawa Tias ke seorang ustaz guna mencari tahu lebih lanjut. Tias akhirnya menjalani tiga kali ruqyah. Yang mengejutkan, ustaz itu mengatakan bahwa setan besar hitam itu adalah kiriman dari ayah kandung Tias sendiri, yang ingin mengambil Tias dan ibunya.
Tias tidak tahu sejauh mana ibunya diganggu, namun setelah itu, ibunya memberi tahu bahwa setan hitam besar, dengan mata merah dan lidah panjang, sudah sering muncul sejak Tias masih dalam kandungan. Setan genderuwo ini mengikutinya sejak masih di dalam perut ibunya hingga setelah Tias lahir.
----------------
Ustaz tersebut mengatakan bahwa mereka beruntung memiliki kakek Tias yang memiliki ilmu agama kuat dan ilmu putih. Kakeknya berhasil melindungi mereka dari gangguan tersebut. Setelah diruqyah, setan setan gaib yang mengganggu Tias akhirnya diusir, dan ustaz menyarankan agar mata batin Tias ditutup, sehingga ia tidak bisa lagi melihat arwah gaib, meski tetap bisa merasakan dan sensitif terhadap hal-hal gaib.
----------------
Mendengar cerita Tias, saya jadi berpikir, kasihan sekali Tias. Dia masih kecil, tapi sudah sering melihat banyak hantu seperti itu, bahkan sampai di depan wajahnya, dan dalam mimpi. Ini membuat saya teringat tentang orang-orang yang memiliki gangguan jiwa, yang sering berteriak-teriak tanpa alasan yang jelas. Mungkin mereka juga melihat hal-hal seperti itu, tetapi mereka tidak bisa menghadapinya. Jadi, bisa jadi mereka memiliki kemampuan yang sama, namun tidak kuat menanggungnya. Ini benar-benar membuat saya merinding.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar