Rabu, 23 April 2025

CERITA HOROR HANTU GENTAYANGAN DI REL KERETA API AKIBAT BUNUH DIRI

 Jadi, gue dapet cerita nih tentang kejadian yang dialamin sama orang yang ngeliat setan kecelakaan, kecelakaan kereta gitu. Gue dapet cerita ini dari temennya temen gua, kejadian ini terjadi di Jawa barat sekitar tahun 2014-an, cuma gue nggak dapet nih kotanya di mana, tapi cerita ini tentang seorang cowok yang kita sebut aja namanya tejo, jadi yuk kita mulai ceritanya.

------------------------------------

tejo ini tinggal dekat rel kereta api gitu, dan ada satu momen, sekitar jam 1 pagi, tejo baru pulang dari rumah saudaranya. Jadi, ada saudara dia yang baru meninggal, jadi mereka ngadain pengajian gitu. Nah, buat perjalanan pulangnya, tejo tuh harus lewat jalan kampung, jalan kaki sekitar 1 jam, tapi kalau dia motong lewat rel kereta api, dia cuma butuh waktu 20 menit doang. Karena tejo udah ngantuk banget, jadi mikir, “Biar cepet sampai rumah,” akhirnya dia mutusin buat lewat rel kereta api aja.

tejo tuh emang udah biasa lewat rel kereta api ini buat menuju rumahnya, tapi biasanya sih dia lewat pas siang atau sore, nggak pernah lewat malam-malam gitu. Nah, pas dia jalan di rel kereta api itu, tiba-tiba dia ngeliat ada cewek jongkok gitu, rambutnya terurai ke bawah, kepalanya nunduk. tejo mikir, “Oh, mungkin ada warga desa lagi BAB.” Soalnya, di situ banyak banget warga yang nggak punya WC, jadi mereka sering banget BAB sembarangan dekat-dekat rel kereta. tejo terus jalan, dan pas udah jalan sekitar 5 meteran, dia nengok lagi ke cewek itu, dan si cewek ini masih jongkok di tempat yang sama, tapi sekarang badannya udah agak terangkat sedikit, kayak rambutnya nggak nutupin badan lagi.

tejo makin curiga, tapi dia tetep jalan. Nggak lama, pas dia nengok lagi, dia ngeliat si cewek ini, tapi kali ini, mukanya udah rusak parah, darah dimana-mana, matanya keluar, dan yang lebih parahnya lagi, kakinya nggak ada! Badannya cuman sampai kepala doang, nggak ada kaki sama sekali. Itu bener-bener bikin tejo ketakutan banget, dia langsung lari kencang, sampe akhirnya nyampe rumah, dia baru inget, cewek itu tuh korban kecelakaan kereta api, dan kakinya memang putus. tejo inget banget, waktu kecelakaan itu, dia sempet lihat kejadiannya

------------------------------------

Nah, setelah kejadian itu, tejo nggak bisa ngelupain setan cewek itu. Besoknya, pengajian tetap ada, tejo ikut lagi pengajian saudaranya. Tapi, pas perjalanan pulang, tejo nggak terlalu takut, soalnya dia pergi sama adiknya, jadi dia merasa sedikit lebih aman. Mereka pulang sekitar jam 9 malam, tejo pamit sama saudaranya.

tejo mikir aja semoga malam ini nggak kejadian lagi, semoga dia nggak ngeliat apa-apa. Karena mau nggak mau, dia harus lewat rel kereta api itu biar cepet sampai rumah. Udah lah, dia jalan aja di rel itu, walaupun dia takut, tapi dia nggak mau keliatan takut, apalagi sama adiknya. Gengsi banget kalau sampai adiknya berani, dia nggak. Jadi, tejo coba beraniin diri, walaupun dalam hati dia tetep takut.

------------------------------------

Awalnya, nggak ada apa-apa. Tapi, beberapa menit kemudian, tiba-tiba kedengeran suara cewek nangis, ngerintih gitu. tejo sempet mikir, “Apa itu suara orang kesakitan?” Bukan kayak suara ketawa atau suara aneh lainnya. Adiknya juga denger, dan langsung bilang, “Mas, kayaknya ada orang deh.” tejo langsung ngidupin flash lampu dari HP-nya, coba nyari dari mana suara itu berasal. Mereka coba cari asal suara itu, sambil nyalain lampu flash. Tapi, ternyata nggak ada apa-apa.

Adiknya pun penasaran, nyari terus suara itu dari mana. Kebetulan, samping kanan kiri rel yang mereka lewatin itu, nggak ada rumah sama sekali. Sepi banget, jadi mereka berpikir, nggak mungkin ada orang nangis di situ, apalagi nggak ada rumah di sekitaran situ. tejo sih sebenarnya takut, tapi dia coba nutupin rasa takutnya, sambil bilang ke adiknya, “Udah lah, nggak ada orang. Ayo pulang.” Tapi, baru aja mereka mau balik, tiba-tiba ada suara bel kereta datang, klakson tin tin tin. Mereka langsung minggir ke kanan rel, karena suara itu asalnya dari kiri rel, jadi mereka posisinya seberang-seberangan.

Kereta itu lewat, dan tejo ngeliat jelas banget, di sela-sela kereta, setan cewek itu ada di depannya. Cewek itu ngadep langsung ke mukanya tejo, jadi mereka kayak adep-adepan gitu. tejo bisa ngeliat jelas banget muka rusaknya si cewek itu dari sela-sela gerbong kereta. Begitu kereta udah lewat, tejo langsung ngajakin adiknya balik, tapi adiknya nggak mau. Adiknya masih penasaran, dia masih mau nyari sumber suara itu. Pas tejo ngeliat setan itu, adiknya nggak liat langsung, jadi adiknya ngelempar batu ke arah sumber suara itu. Tapi, begitu mereka liat lagi, setan cewek itu udah hilang.

Yang bikin makin seram, tiba-tiba mereka berdua nyium bau busuk banget. Itu bau bukan bau makanan, tapi bau orang meninggal. tejo sadar, itu bau dari bawah kaki adiknya. “Itu bau dari bawahmu!” tejo bilang. Adiknya langsung ngecek, ngarahin lampu flash ke kakinya. Begitu dia liat, setan cewek itu ada di bawah kakinya, kayak diinjak-injak. Gila, ngeri banget! Makin parah lagi, waktu diterangin sama flash, mereka bisa liat dengan jelas banget bentuk muka si cewek yang hancur itu.

Mereka langsung takut banget, buru-buru cabut, dan sampe rumah, alhamdulillah nggak ada kejadian lagi. 

------------------------------------

Hari ketiga pengajian masih ada, tejo mutusin buat ke rumah saudaranya naik motor. Memang agak muter sih, karena harus lewat jalan desa, sekitar sejam. Tapi tejo mikir, “Daripada lewat rel kereta dan ketemu lagi sama setan itu, mending muter aja deh.” Jadi, dia naik motor sendirian, ngindarin jalan yang biasa dia lewatin.

tejo harus ngelewatin rel lagi, sekitar 200 meter dari rumah saudaranya. Walaupun cuma 200 meter, dia tetap harus lewat situ, nggak ada pilihan lain. tejo akhirnya cuek aja, jalanin aja motor. Tapi, pas baru jalan, dia ngerasa ban belakang motornya kempes. Dalam hati, dia mikir, "Apa lagi nih malam ini?" Jadi, tejo mutusin balik lagi ke rumah saudaranya buat ngecek ban belakangnya. Pas sampai, Bude nanya, "Kenapa balik lagi? Kayaknya bannya bocor, ya?" tejo cuma jawab, "Iya, Bude." Bude bilang, "Udah, tinggalin aja motornya, biar nanti ditambelin sama Om besok." tejo pasrah, akhirnya harus titipin motornya ke Bude. Tapi, tejo bilang ke Bude, "Bude, tolong anterin pulang, ya?" Alasannya capek, padahal mah aslinya dia nggak berani bilang kalau dia takut.

------------------------------------

Bude bilang, "Ya udah, kalau gitu nanti Om yang anterin, tapi harus nunggu sekitar jam 1." tejo nungguin deh sampai akhirnya sekitar jam 10.30an, Omnya datang. Omnya bilang, "Udah, kamu pulang naik motor Om aja, nanti motor kamu Om yang tambelin." tejo langsung setuju, pulang naik motor Omnya. Di perjalanan, hampir sampai rumah warga, dia harus ngelewatin lagi rel kereta api itu. Jadi, dia harus masuk ke terowongan rel kereta api, dan motor harus dituntun karena terowongannya sempit, cuma sekitar 1 meter tinggi. tejo matiin motornya, dan pas banget baru dia ngebelokin motornya, dia ngeliat lagi setan cewek itu, duduk di sekitar jembatan rel. Mukanya rusak, rambutnya berantakan, dan kali ini, dia ngeliat, cewek itu nggak ada kakinya. setan yang dia lihat dua hari lalu, dan kemarin juga. Dia takut banget, langsung lari ninggalin motornya dan balik lagi ke rumah saudaranya.

Setiba di rumah, Bude panik ngeliat tejo tiba-tiba kayak gitu. Bude tanya, "Kenapa, tejo?" tejo panik banget, "Bude, aku lihat penampakan cewek kecelakaan di sana! Bude, motor aku tinggal!" Bude dan Omnya langsung ke tempat di mana tejo ngeliat penampakan itu, buat ambil motornya. Tapi pas sampe sana, mereka bertiga nggak lihat apa-apa. setan cewek yang tejo lihat tadi, hilang begitu aja. tejo akhirnya disuruh nginep aja di rumah saudaranya biar nggak ketakutan.

------------------------------------

Setelah kejadian itu, ternyata bukan cuma tejo yang ngeliat setan cewek itu. Banyak tetangga juga ngeliat setan yang sama, cewek yang nggak ada kakinya. Cerita ini akhirnya nyampe ke keluarga korban, dan mereka konfirmasi kalau si cewek itu meninggal bunuh diri. Rumah korban itu jauh banget dari rel, jadi cewek itu sengaja datang ke rel, dan nabrakin dirinya. Keluarga korban ngadain pengajian di samping rel kereta api itu, dan tejo ikut ngedoain, biar si cewek nggak ganggu lagi.

Alhamdulillah setelah pengajian, teror hantu cewek itu selesai. Tapi, katanya, korban bunuh diri itu biasanya punya masalah dengan hidupnya sendiri, dan kadang arwah mereka nggak tenang. Kenapa ya? Bisa jadi karena cewek ini penasaran atau nggak terima dengan kematiannya. makanya gentayangan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

50 Random Post