Senin, 07 April 2025

Hutang Berujung Santet || Podcast Horor

Gue punya temen yang mengalami kejadian mistis. Karena masalah utang piutang. Ya masalah utang memang sensitif. Banyak yang putus hubungan karena masalah utang. Banyak dari mereka bukannya bayar utang. Malah memutus silahturahmi.

=============================

Hari ini kita akan membahas sebuah kisah nyata yang terjadi pada tahun 2017 di surabaya jawa timur. Cerita ini tentang seseorang bernama Andi yang mengalami kejadian tak masuk akal setelah meminjamkan uang kepada seorang teman. Dalam cerita ini gue gunakan nama samaran. Trimakasih buat yang udah ngirim cerita lewat email.


Andi dan istrinya, Maris, adalah pasangan perantau yang harus mencari nafkah di luar kota karena sulitnya mendapatkan pekerjaan di kampung halaman mereka. Suatu hari, Andi mendapat pekerjaan sebagai pengawas proyek pengurukan lahan untuk perumahan.

Sebenarnya, Andi tidak mengenal siapa pun di proyek itu, kecuali Kusno, sepupu istrinya yang membantunya mendapatkan pekerjaan tersebut. Namun, seiring waktu, Andi berteman dekat dengan Anto, seorang pengawas proyek lain yang juga sama-sama perantauan. Karena sering berangkat dan pulang bersama, hubungan mereka semakin akrab. Bahkan, mereka sering saling membantu, termasuk dalam urusan uang.

Hingga suatu hari, Anto mendekati Andi dengan wajah penuh beban. "Bro, maaf banget nih... Gue lagi butuh bantuan."

Andi yang sedang mengawasi proyek menoleh, "Kenapa, Bro? Kalau bisa gue bantu, pasti gue bantu."

Anto menggaruk-garuk kepala, lalu mengaku bahwa dia butuh uang sekitar 100 juta karena kalah judi online. Uang itu dia butuhkan untuk melunasi utangnya di aplikasi pinjol agar tidak terus bengkak karena bunga yang semakin besar. Anto bahkan sampai menangis saat mengatakan istrinya sudah beberapa hari makan di rumah tetangga. Tanpa banyak pikir, Andi yang sudah terlanjur percaya memutuskan untuk membantu.

"nanti pas pulang kerja, kita ke atm bareng," kata Andi sambil tersenyum.

Anto pun berjanji akan mengembalikan uang itu sebulan kemudian.


Sebulan berlalu, ada sesuatu yang berbeda. Jika sebelumnya mereka sering nongkrong bareng, sekarang Anto mulai menjaga jarak. Bahkan, ia seperti menghindari Andi.

Andi yang butuh uang untuk keperluan sekolah anaknya dan membantu orang tuanya akhirnya memberanikan diri menagih hutang. Tapi reaksi Anto sungguh di luar dugaan.

"Kalau gue punya duit, ya gue bayar, lah! Proyek aja belum cair, mau bayar pakai apa?" bentaknya saat Andi datang ke rumahnya.

Andi yang awalnya mencoba bicara baik-baik, akhirnya ikut emosi. Ia memberi Anto batas waktu satu minggu untuk melunasi hutangnya.

Sejak hari itu, hubungan mereka berubah. Setiap bertemu di proyek, Anto selalu menunjukkan wajah sinis, sedangkan Andi kadang sengaja mengingatkannya dengan berteriak, "Tiga hari lagi, Bro!"

Lalu, di hari keenam, sesuatu yang aneh terjadi.


Siang itu, Andi dan Anto berpapasan di parkiran. Berbeda dari biasanya, Anto justru tersenyum ramah.

"Besok ya, Bro. Uangnya aku antar ke rumah," katanya sebelum naik motor.

Andi sempat heran, tapi akhirnya membalas senyumannya. Ia pulang dengan perasaan lega.

Namun, sore harinya, saat Andi sampai di rumah, istrinya mengatakan bahwa Anto sempat mampir mencarinya.

"Tadi dia bawa kresek hitam. Aku pikir mau ditaruh di sini, tapi ternyata dibawa lagi," kata Maris.

Andi mencoba menghubungi Anto, tapi nomornya tidak aktif. Hingga malam, tubuh Andi tiba-tiba merasa tidak enak. Ia minta dibuatkan wedang jahe, lalu berbaring. Tak lama, ia tertidur.

Dan di dalam tidurnya... mimpi buruk itu datang.


Andi merasa berada di hutan belantara. Tapi, ada sesuatu yang aneh. Seorang sosok besar duduk di sampingnya dengan membelakangi dirinya. Perlahan, sosok itu menoleh.

Wajahnya hitam legam. Matanya putih kosong.

Itu adalah Genderuwo.

Sosok itu lalu berdiri dan melompat ke dadanya. Andi ingin berteriak, tapi suara tidak keluar. Ia ingin bergerak, tapi tubuhnya terasa terkunci.

Saat akhirnya ia bisa membuka mata dan terbangun dari mimpi, kamarnya dalam keadaan gelap. Hanya sedikit cahaya masuk dari celah pintu. Dan di sana, di belakang pintu, sosok itu berdiri.


Sejak malam itu, kondisi Andi semakin memburuk. Badannya melemah, makanan yang masuk selalu dimuntahkan, bahkan ada serabut hitam pekat dalam muntahannya.

Suatu malam, saat Andi dirawat di rumah sakit, ia kembali melihat sosok itu. Kali ini tidak sendiri. Ada dua sosok lain yang lebih kecil dan kurus berdiri di sampingnya. Salah satu dari mereka mencabut jarum infus Andi, membuat darah mengucur deras dari tangannya.

Perawat yang datang menemukan Andi dalam keadaan kesurupan. Karena biaya rumah sakit terlalu mahal, ia akhirnya dibawa pulang.


Keadaan Andi semakin parah. Tubuhnya semakin kurus, nyaris tak bisa bergerak. Maris mencoba menemui Anto untuk menagih hutang, tapi Anto justru menanggapi dengan dingin.

"Nanti kalau Andi udah sembuh, baru gue bayar!" katanya tanpa rasa bersalah.

Maris semakin curiga. Ada sesuatu yang tidak beres.

Dan benar saja, setelah 20 hari Andi terbaring lemah, seorang tetua di kampung mereka mengatakan bahwa Andi terkena gangguan parah. Joko, seorang dukun yang dikenal sakti, datang untuk membantu.

Joko membawa keris warisan kakeknya, serta sesajen berupa kelapa dan ayam cemani. Ritual pemindahan santet dilakukan di malam hari. Saat Joko mulai menjampi-jampi, Genderuwo itu kembali muncul. Terjadi pertempuran batin antara Joko dan kekuatan gelap yang menyerang Andi.

Di saat-saat kritis, Joko hampir kalah. Tapi dengan kekuatan kerisnya dan mantra terakhir, ia berhasil mengembalikan santet itu ke asalnya—kepada dukun yang mengirimnya.

Sejak malam itu, Andi perlahan sembuh.

Namun, esok harinya, kabar mengejutkan datang. Anto ditemukan meninggal secara tak wajar di rumahnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

50 Random Post