Pak Hasan, seorang tukang ojek, mendapat telepon misterius tengah malam dari seorang wanita yang meminta diantar ke desa tua di hutan angker. Terdesak kebutuhan ekonomi, ia setuju. Wanita berambut panjang itu mengenakan kebaya hijau dan berbau melati.
Saat memasuki hutan, suasana berubah menyeramkan. Jalan terasa asing, suara-suara aneh muncul, dan motor tiba-tiba mogok. Wanita itu memperingatkan agar tidak melihat mata "mereka." Pak Hasan menyadari ada sosok-sosok hitam mengintai di balik pepohonan.
Sesampainya di desa, ia terkejut melihat suasana seperti zaman kerajaan. Seorang kakek tua memperingatkannya untuk segera pergi sebelum fajar. Namun, wanita itu membawanya ke sebuah ritual mengerikan di altar api.
Pak Hasan kabur, tetapi terus kembali ke titik awal. Kakek tua itu muncul lagi, memberi tongkat dan menyuruhnya mengikuti suara azan. Meski jalan semakin sulit, ia terus berusaha. Saat hampir lolos, wanita itu tiba-tiba duduk di boncengan.
Dengan tekad kuat, Pak Hasan akhirnya sampai di masjid sebelum fajar. Warga memberitahunya bahwa orang yang tersesat di desa itu biasanya tak pernah kembali waras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar