Senin, 02 Juni 2025

Hantu Kakek Gentayangan Sayang Cucu

Sejak kakek meninggal, ada satu kebiasaan yang nggak pernah hilang—kursi goyangnya.

Dulu, kakek suka duduk di situ sambil mengayun pelan, matanya menatap halaman, seperti mengawasi cucunya bermain. Tapi setelah dia pergi, kursi itu tetap bergoyang… meski nggak ada yang duduk di sana.

Malam itu, gue lagi main di ruang tamu, sendirian. Angin nggak berembus, tapi kursi goyang kakek bergerak. Pelan, seperti ada yang duduk di situ.

Lalu, terdengar suara batuk kecil.

Gue merinding. Itu suara kakek.

Pelan-pelan, gue mendekat. Tapi sebelum gue bisa bilang apa-apa, kursi berhenti bergoyang.

Sejak malam itu, gue tahu satu hal.

Kakek nggak pernah benar-benar pergi.

Dia masih ada.

Masih menjaga cucunya.

Hantu Pocong Bangkit dari Kubur Dapur Rumah

Dapur rumah nenek gue punya satu keanehan—lantainya lebih tinggi dari tanah di luar, kayak ada yang dikubur di bawahnya. Dulu, katanya pernah ada pemakaman kecil di sana sebelum rumah dibangun.

Malam itu, gue lagi di dapur, cari air minum. Tapi pas gue buka kulkas, gue denger suara gemeretak dari lantai. Kayak sesuatu yang… bergerak di bawahnya.

Tiba-tiba, ubin pecah.

Tanah di bawahnya terbelah.

Dan dari celah itu, muncul Pocong.

Kain kafannya kotor, penuh tanah. Kepalanya miring, matanya kosong. Gue nggak bisa teriak, nggak bisa gerak. Hanya bisa lihat dia… pelan-pelan naik ke atas.

Gue lari. Tapi sampai sekarang, gue masih takut masuk dapur tengah malam.

Karena gue tahu, Pocong itu… belum pergi.


Minggu, 01 Juni 2025

Hantu Noni Belanda Zaman Penjajahan

Kau tahu, ada satu kamar di rumah tua peninggalan zaman kolonial yang selalu terkunci. Pemiliknya bilang, pernah ada seorang Noni Belanda tinggal di sana—namanya Maria. Tapi sejak kematiannya yang tragis, tak ada yang berani membuka pintunya.

Suatu malam, seorang tamu nekat mengintip lewat celah pintu. Ia mendengar suara lembut berbisik, seolah ada seseorang di dalam. "Aku masih di sini..."

Lampu berkelip-kelip, udara berubah dingin. Saat tamu itu berbalik, sosok Maria sudah berdiri di belakangnya. Gaun putih, mata kosong, senyum mengerikan. Teriakan memenuhi rumah, tapi saat orang-orang datang, tamu itu sudah tergeletak, wajahnya penuh ketakutan.

Hingga kini, suara bisikan masih terdengar. "Aku masih di sini..."

Kau yakin ingin menginap di rumah itu?


Driver Ojol Bawa Jenazah Hantu Pocong

Malam itu, Dika, seorang driver ojol, mendapat orderan misterius. Titik jemputnya di sebuah rumah kosong. Tak ada pelanggan yang terlihat, hanya sebuah peti jenazah yang sudah terbuka.

Pesan masuk: “Antarkan ke TPU lama. Bayaran sudah ditransfer.”

Dengan hati berat, Dika menaruh peti di belakang motornya. Sepanjang jalan, bau anyir menyengat dan udara terasa semakin dingin.

Saat berhenti di lampu merah, ia melihat ke spion—ada sesuatu bergerak di peti. Perlahan, sosok Pocong itu duduk tegak, wajahnya lebam, matanya kosong menatapnya.

Dika tak bisa teriak. Gas ia tarik sekuat tenaga, berharap bisa segera sampai. Tapi saat tiba di TPU, peti itu kosong.

Namun sejak malam itu, setiap kali Dika melihat spion, sosok Pocong itu masih ada… tersenyum padanya.


Hantu Suster Ngesot

Jadi, gue baru pulang dari rumah sakit, nemenin saudara yang lagi opname. Malem itu udah lewat tengah malam, jalanan sepi banget. Gue buru-buru jalan ke parkiran, tapi pas sampai lorong belakang rumah sakit, gue denger suara… gesekan.

Bukan langkah kaki. Bukan suara angin. Tapi suara sesuatu yang diseret di lantai. Gue berhenti. Deg-degan.

Gue lihat ke ujung lorong.
Di situ, Suster Ngesot.

Gue nggak bisa gerak. Dia ngeliatin gue, matanya kosong. Bibirnya bergerak, tapi suaranya nyaris nggak kedengeran. Dan dia bilang.

"GUE BUTUH BANTUAN…"

Gue nggak tahu kenapa, tapi gue reflek lari. Napas gue udah tinggal separuh pas gue nyampe parkiran. Tapi yang paling bikin gue nggak bisa tidur… suara itu masih terngiang di kepala gue.

"Gue butuh bantuan…"


50 Random Post